Kritik Anda adalah Kue Anda

Kamis, Februari 04, 2010

"Anda tidak berhak dipuji kalau tidak bisa menerima kritikan.

- Halle Berry, 2005 -

Itulah kalimat dahsyat yang disampaikan Halle Berry, artis peraih Oscar melalui film James Bond 'Die Another Day' di tahun 2004 ketika mendapat piala Razzie Award.

Razzie Award adalah penghargaan yang diberikan kepada mereka yang dinilai aktingnya buruk. Label pemain terburuk ini didapatkan Halle setelah memainkan perannya di film '
Cat Woman'. Ia adalah orang yang pertama kali langsung datang ke tempat pemberian penghargaan tersebut. Tidak ada Aktor dan Artis lain sebelumnya yang sanggup datang dan hanya menyampaikan pesannya melalui video.

Sambutannya sungguh menarik :
"Saya menerima penghargaan ini dengan tulus.Saya menganggap ini sebagai kritik bagi saya untuk tampil lebih baik difilm-film saya berikutnya. Saya masih ingat pesan ibu saya bahwa... 'Kamu tidak berhak dipuji kalau kamu tidak bisa menerima kritikan'.

Tepukan tangan sambil berdiri sebagai bentuk ketakjuban dari para hadirin sangat memeriahkan malam itu. Ya, sangat sedikit orang yang sanggup menerima kritikan seperti Halle.

Nah, sekarang, apa arti kritik bagi Apriani? Apakah itu musibah buruk? Seperti bencana yang tidak terduga, atau... simbol kehancuran diri? Adakah yang bisa menganggap kritik layaknya ia
menerima pujian? Kritik memiliki banyak bentuk... Kritik bisa berupa nasehat, obrolan, sindiran, guyonan, hingga cacian pedas. Wajar saja jika setiap orang tidak suka akan kritik.

Bagaimanapun, akan lebih menyenangkan jika kita berlaku dan tampil sempurna, memuaskan semua orang dan mendapatkan pujian. Tapi siapa yang bisa menjamin bahwa kita bisa aman dari kritik? Tokh kita hanyalah manusia dengan segala keterbatasannya. Dan nyatanya, di dunia ini lebih banyak orang yang suka mengkritik, daripada dikritik. :-)


Kalau Apriani suka sepak bola, pasti sering mengamati para komentator dalam mengeluarkan pernyataan pedasnya. Padahal belum tentu kepandaian merekadalam mengkritik orang lain sebanding dengan kemampuannya jika disuruh memainkan bola sendiri di lapangan. ;-)

Belum lagi para pakar dan pengamat politik, ekonomi, maupun sosial. Mereka ramai-ramai berkomentar kepada publik, seolah pernyataan merekalah yang paling benar. :-)

Namun bukan itu permasalahannya! Pertanyaannya sekarang adalah... seandainya Apriani mendapatkan kritikan, yang sakitnya melebihi tamparan, apa yang harus Apriani lakukan?

Jawabannya adalah... Nikmatilah setiap kritikan layaknya kue kegemaran kita!
Mungkinkah? Mengapa tidak! :-)
Kita mempunyai wewenang penuh untuk mengontrol perasaan kita. Berikut tips untuk Apriani saat menghadapi kritik:

1. Ubah Paradigma Apriani Terhadap Kritik
Apriani, tidak sedikit orang yang jatuh hanya gara-gara kritik, meski tidak semua kritik itu benar dan perlu ditanggapi. Padahal, kritik menunjukkan adanya yang *masih peduli* kepada kita. Coba perhatikan perusahaan-perusahaan besar yang harus mengirimkan berbagai survey untuk mengetahui kelemahannya.
Bayangkan jika Apriani harus melakukan hal yang sama, mengeluarkan banyak uang hanya untuk mengetahui kekurangan Apriani! LoL. :-)
Kritik merupakan kesempatan untuk koreksi diri. Tentu saja akan menyenangkan jika mengetahui secara langsung kekurangan kita, daripada sekedar menerima dampaknya, seperti dikucilkan misalnya.

2. Cari tahu sudut pandang si pengkritik
Tidak ada salahnya mencari tahu detil kritik yang disampaikan. Apriani bisa belajar dari mereka dan melakukan koreksi terhadap diri Apriani. Bisa jadi kritik yang disampaikan benar adanya.
Jika perlu, justru carilah orang yang mau memberikan kritik sekaligus saran kepada Apriani. Toh Apriani tidak akan menjadi rendah dengan hal itu. Justru sebaliknya, pendapat orang bisa jadi membuka persepsi, wawasan, maupun paradigma baru yang mendukung goal Apriani.

3. Kritik tidak perlu dibalas dengan kritik!
Tanggapi kritik dengan bijak. Apriani tidak perlu merasa marah atau memasukkannya ke dalam hati. Toh menyampaikan pendapat adalah hak semua orang. Nikmatilah apapun yang mereka sampaikan. Tidak ada ruginya untuk ringan dalam mema'afkan seseorang. Anggaplah semua itu untuk perbaikan yang menguntungkan Apriani kelak.
Jangan pernah Apriani balas kritik dengan kritik. Karena hal ini hanya akan membuat perdebatan, menguras tenaga & pikiran. Tidak ada gunanya...

4. Terimalah kritikan dengan senyuman. ^_^
Ini semua bisa melatih mental kita agar bisa *tegar* menghadapi ujian yang lebih hebat di kemudian hari.

Singkatnya, kita memang hanya layak dipuji jika sudah berani menerima kritikan. Meski tidak mudah, asah terus keberanian Apriani untuk menikmati kritik layaknya menikmati kue Apriani.
Ingat, pujian dan apresiasi hanya akan datang apabila kita sudah melakukan sesuatu yang berharga.
So, jangan pernah bosan untuk memburu kritik, dan tanggapilah setiap kritik dengan lapang dada! :-)

Ditulis oleh Anne Ahira untuk Apriani!
Gambar diambil dari sini.

Tentukan Perubahan - Jangan Menunggu!

Banyak orang yang suka mengeluh dalam hidupnya. Misalnya, dengan menyalahkan nasib buruk yang menimpanya. Tentu saja cara ini tidak akan pernah menjadikan kehidupannya menjadi lebih baik, bukan?

Ada pepatah bijak mengatakan : "You can not chance the wind direction,but you can only chance your wing direction"

Kita tidak akan pernah bisa merubah arah angin, yang dapat kita lakukan adalah mengubah arah sayap. Dengan kata lain...

'Realita' kehidupan tidak akan berubah kecuali kita sendirilah yang mengubah 'sudut pandang' terhadap realita yang ada! Fakta: "Tidak ada seorang pun yang memilih kita untuk sukses. Kita sendirilah yang menentukan pilihan tersebut!"
Kebanyakan orang akan tertarik sejenak ketika diingatkan akan hal di atas, tapi kemudian berlalu kembali.... Sementara waktu terus berjalan, dan akhirnya tidak pernah ada perubahan dalam hidupnya!

Sangat disayangkan. Seringkali orang tidak berani melakukan perubahan dalam hidupnya. Dia hanya menunggu, dan menunggu adanya perubahan tersebut. Menunggu bantuan orang lain, menunggu bantuan teman untuk mendapatkan pekerjaan yang enak, sampai menunggu warisan ;-)

Sekarang logikanya, jika memang hanya dengan menunggu perubahan itu akan datang, maka jumlah orang sukses seharusnya jauh lebih banyak. Bukankah kenyatannya tidak demikian? Lalu, jika ingin sukses, apa yang seharusnya kita lakukan?

Ciptakan perubahan! Jangan selalu menunggu orang lain. Berikut beberapa tips yang bisa membantu kita untuk menciptakan perubahan:


1. Do your best, whatever happens will be for the best!
Lakukan dan selesaikan semua tugas dan pekerjaan semaksimal mungkin, bukan hanya terus menunggu dan berharap. Lakukan semuanya dengan tujuan untuk selalu mendapatkan hasil *terbaik* yang bisa Apriani capai!


2. Mulai buat jaringan seluas-luasnya.

Dengan banyak mengenal orang, maka pengetahuan kita akan semakin bertambah. Seseorang yang kelihatannya sederhana bisa jadi menyimpan kedalaman ilmu yang tidak kita duga! Oleh sebab itu, alangkah bijaknya jika kita menjadikan 'setiap orang adalah guru' dan kehidupan ini adalah universitasnya.


3. Berusahalah selalu untuk bersikap proaktif.
Sikap ini sangat diperlukan jika ingin mendapatkan kesempatan yang lebih luas dan cepat dalam berbagai macam hal!

4. Bersikaplah Fleksibel.
Cobalah untuk memahami suatu hal dari berbagai sudut pandang. Jangan terpaku pada satu cara, yang bisa jadi tidak lagi relevan kita gunakan. Dengan bersikap fleksibel, wawasan kita akan semakin bertambah.


Satu hal penting yang harus selalu diingat: Kita-lah yang memutuskan untuk berubah. Kita-lah yang menentukan menjadi sukses, bukan orang lain!
Jika pilihan sukses tidak pernah kita ambil, maka orang lain akan mengambil pilihan tersebut. Dan, kita akhirnya hanya akan menyaksikan kesuksesan mereka, tanpa pernah merasakannya...

Bukankah Apriani tidak berharap demikian? Jika memang tidak, tentukan perubahan... MULAI HARI INI. Jangan terus menunggu! ^_^

Ditulis oleh Anne Ahira untuk Apriani!

Gambar dari sini

Agile Manufacturing System

Kamis, Januari 28, 2010

Semester Genap TA. 2009/2010 ini, dhani ketiban sampur mengajar matakuliah pilihan Sistem Manufaktur Cerdas. Berbekal penelitian yang dhani lakukan tentang konsep implementasi sistem manufaktur cerdas pada perusahaan cor logam Ceper, Klaten, dari Februari - November 2009, bersama Bu Puryani dan Bu Sauptika ples tiga mahasiswa yang sekarang sudah alumni, Hopefully, I can open-mind myself and give the best for my students. Ini sedikit pengantar tentang Agile Manufacturing System dan buku referensi yang bisa diunduh gratis dari sini.



"Organisasi manufaktur kontemporer menghadapi tantangan dari dua arah. Pertama, filosofi manufaktur dan teknologi baru yang timbul membuat filosofi dan teknologi yang sudah ada sebelumnya menjadi kuno. Kedua, permintaan konsumen akan produk dan pelayanan baru sangat agresif dimana harus terpenuhi dalam jangka waktu yang pendek (Maskell, 2001). Agar dapat menghadapi tantangan tersebut, sebuah organisasi manufaktur harus dapat bertindak cepat sesuai dengan situasi persaingan bisnis disekelilingnya. Situasi turbulen dan ketidakpastian dalam lingkungan bisnis telah diakui sebagai penyebab gagalnya sebagian besar industri manufaktur (Small and Downey, 1996). Dengan kata lain dapat dinyatakan, bahwa isu utama dalam organisasi manufaktur di era sekarang ini adalah kemampuan untuk menanggulangi perubahan yang tidak diharapkan, bertahan dalam lingkungan bisnis yang penuh dengan ancaman dan memanfaatkan peluang dari perubahan yang terjadi. Penekanannya sekarang adalah pada kemampuan adaptasi (adaptability) terhadap perubahan lingkungan bisnis dan pada cara-cara adopsi proaktif dalam pendekatan pasar dan kebutuhan konsumen.
Dengan adanya kecenderungan hal-hal tersebut diatas, dalam beberapa tahun terakhir, orientasi manufaktur telah beralih pada paradigma baru yang disebut agile manufacturing (Power et, al., 2001; Jin-Hai et al., 2003; Crocitto and Youssef, 2003). Banyak akademisi dan pelaku sektor manufaktur memandang manufaktur cerdas sebagai pendekatan baru (Rigby et al., 2000; Hormozi, 2001). Sebenarnya kecerdasan (agility) manufaktur akan timbul sebagai respon spontan menghadapi persaingan bisnis (Parkinson, 1999). Pada kenyataanya, tren kecerdasan ini telah mendominasi berbagai jenis organisasi manufaktur dengan tingkat adopsi yang berbeda-beda (Ramesh and Devadasan, 2007). Perubahan dan tekanan yang dihadapi perusahaan berbeda-beda sehingga derajat kecerdasan yang diperlukan setiap perusahaan tidak akan sama (James-Moore, 1996).
Kecerdasan dapat diekspresikan dalam cara-cara yang berbeda. Kecerdasan dinyatakan sebagai sebuah integrasi keseluruhan dari komponen-komponen bisnis (Kidd, 1995). Dengan cara lain dinyatakan sebagai fleksibilitas dari manufaktur, sumber daya manusia dan organisasi (Montgomery and Levine, 1996). Penggambaran kecerdasan yang lain, seperti konkurensi, adaptibilitas, penggunaan sistem informasi dan teknologi, serta berbagai kombinasi dari hal-hal tersebut di atas, banyak digunakan untuk mendefinsikan manufaktur cerdas.
Dari banyak sekali pendefinisian manufaktur cerdas diberbagai literatur, pada dasarnya tidak ada perbedaan yang signifikan. Persamaan mendasar pada semua pendefinisian tersebut menyatakan bahwa manufaktur cerdas adalah kemampuan organisasi perusahaan untuk secara cepat merespon kebutuhan pasar. Pada manufaktur cerdas, daya respon terhadap kebutuhan konsumen sangat cepat (Meredith and Francis, 2000; Bustamante, 1999; Assen, 2000; McGaughey, 1999)."

Energizing song in my version!

Rabu, Januari 27, 2010

D’Masiv – Jangan Menyerah

tak ada manusia
yang terlahir sempurna
jangan kau sesali
segala yang telah terjadi

kita pasti pernah
dapatkan cobaan yang berat
seakan hidup ini
tak ada artinya lagi


reff1:
syukuri apa yang ada
hidup adalah anugerah
tetap jalani hidup ini
melakukan yang terbaik

tak ada manusia
yang terlahir sempurna
jangan kau sesali
segala yang telah terjadi
repeat reff1.

reff2:
Tuhan pasti kan menunjukkan
kebesaran dan kuasanya
bagi hambanya yang sabar
dan tak kenal putus asa

repeat reff1.
repeat reff2.



Anda pribadi menyenangkan?

Tak perlu menggumbar hadiah atau pujian berlebihan untuk dianggap sebagai orang menyenangkan. Berikut beberapa tipsnya dari Norman Vincent Peale dibukunya The Power of Positive Thinking:


1. Berusaha mengingat nama orang yang Anda kenal. eseorang merasa dirinya berharga bila namanya diingat.

2. Jadi pendengar dan teman bicara yang baik. Hindarkan kata-kata tajam dan sinis.

3. Berusaha menyukai orang tanpa sikap yang dibuat-buat.

4. Jangan pernah abaikan kesempatan untuk mengucapkan selamat atas kesuksesan kenalan Anda. Juga menunjukkan empati jika mereka mengalami musibah.

Gambar diambil dari sini