Senin, November 02, 2009

Like becoming international chef ......



Biasakan anak-anak, kadang-kadang maemnya banyak, kadang sedikit. Hal ini pula yang terjadi pada anak sulungku. Karena kegiatannya sekolahnya makin bertambah, belum kegiatan les renang dan bahasa Inggrisnya, membuatku semakin senewen kalo dia sulit makan.

Berbagai cara aku coba untuk menambah nafsu makannya. Mulai vitamin merek A, B, sampai Z yang lalu lalang di iklan TV, sudah aku coba. Hanya pingin anakku makannya banyak, lahap dan... tentunya tetap sehat. 

Alhamdulillah, dia punya inisiatif sendiri bawa bekal ke sekolah. Katanya banyak temen-temennya juga bawa makanan ke sekolah trus dimaem bareng-bareng pas waktu istirahat diteras kelas. dengan semangat empat-lima setiap pagi aku usahakan membuat bekalnya bervariasi. Tapi....menu bekalnya kalo ngga nugget goreng...ya telur goreng, ayam goreng. Cuman tiga jenis itu thok...thok...thok.  Ternyata ketrampilan memasakku tidak cukup memadai untuk mengimbangi keinginanku ihikssss. Maafkan ibumu nduk yang ngga bisa pinter masak...kecuali ngrebus air sama masak mie instant (ngga boleh sebut merk lho!)

Pagi itu, dengan keinginan yang membara, dengan buku resep terbuka, aku coba bikin bekal yang lain buat shafaku. Kupas bawang merah, bawang putih, uleg-leg dengan garam. Sreng....... aku goreng dengan minyak sedikit. trus...blek, dani tambahkan nasi putih sepiring. Dengan gaya bak internasional chef, kubuat nasi goreng buat bekal angelku. Akhirnya... tha...tha... setelah jadi kumasukkan ke wadah kecil kutaburi irisan telur goreng dan tidak lupa termos minumannya ku isi dengan sirup jeruk kesukaannya.

Pas pulang kantor, shafaku langsung memelukku dan berkata "Terima kasih mama, aku sayang mama. Nasi goreng mama enak banget, temen-temenku banyak yang minta, aku sampe ngga kebagian, buatin lagi ya ma?" Haaaaaa... temen-temennya yang makan he he he...ngga penting yang itu,. The most important thing is... she already given me a tight hug and said I love you mom... and now I really-really feel like becoming international chef. Farah Quinn (I love her show on TV) lewatlah..... :D


Kamis, Agustus 06, 2009

Namaku ... Shafa Annisa

Sudah hampir 3 mingguan, sulungku belajar di kelas 1A SD Muhammadiyah Kadisoka Yogyakarta. Alhamdulillah, semuanya berjalan indah. Shafa ku sudah mulai biasa bangun dan mandi pagi, belajar dan mengerjakan PR ... woii amazing moments for me!

Jadwal kegiatannya kurang lebih seperti ini: bel tanda masuk kelas berbunyi pukul 6.30 WIB, istirahat jam 09.00 WIB trus dilanjutkan sampai saatnya pulang pukul 11.30 WIB.
Pada suatu sore, shafa bilang bahwa hari ini semua anak dikelasnya diminta bu guru memperkenalkan dirinya masing-masing. Ini cuplikan kalimat perkenalan anakku didepan kelas yang diceritakan kepadaku:


Namaku Shafa Annisa
Nama ayahku Pak Chaeron
Ibuku Bu Apriani
Aku punya adik, namanya Dik Hanun
Dia lucu sekali, rambutnya keriting, tapi yang kriwil-kriwil hanya bawahnya saja.
Sudah....


Terima kasih anakku, "keluguanmu" adalah energi positif yang luar biasa bagiku!

Senin, Juli 13, 2009

Teach from my heart

Setelah hampir 12 tahun mengajar, akhirnya dani berani menulis cerita ini. Walau sekarangpun masih belum apa-apa, jauh dari titik sempurna, tapi dani tetap terus belajar untuk menjadi dosen yang 'baik'...

Tahun 1997, tepatnya bulan Mei, dani putuskan untuk menjadi dosen. Hanya dengan modal bahwa dani harus bisa dapat 'uang' sendiri dan praduga bahwa mengajar itu mudah dan tentunya waktu kerja bisa 'dikorupsi' (KPU tau enggak ya?)sehingga bagi ibu-ibu semacam saya lebih leluasa mengatur jadwal mengurusi keluarga dirumah.

Ternyata... praduga itu salah. Memang tidak salah semuanya tapi hampir '100%' salahnya. Tentang gaji benar, alhamdulillah dani tidak perlu menadahkan tangan minta ke suami untuk membeli segala keperluan yang dani butuhkan, malah sisanya masih bisa digunakan untuk membayar uang les renang dan gitarnya anak-anak.

Tentang waktu bisa dikorupsi... tidak sepenuhnya benar walo juga tidak salah sih (he he he ). Kalau jadwal mengajarnya siang, bisalah datang siang saja. Tapi seiring dengan perjalanan waktu, proses pembelajaran diri tentang tanggung jawab dan pemahaman akan makna seorang 'guru' sing digugu lan ditiru, ternyata... untuk 'mengambil jatah waktu' kantor apalagi mengajar menjadi sesuatu yang sulit.

Rasanya 'risih' karena tidak masuk dan pulang kantor tepat waktu, karena dani mendapatkan gaji tetap untuk itu. Belum lagi bahwa adanya kewajiban penelitian dan pengabdian kepada masyarakat. Wow... kurang lebih 8 jam per hari bisa kurang. Tapi itu semua masih bisa 'disiasati'.

Tapi kalau sudah menyangkut nurani, lain permasalahannya...
Rasanya 'malu' karena mengajar, bimbingan kerja praktek, tugas akhir tidak sesuai dengan jadwal. Dani yakin ada 'sesuatu' yang bisa ditransfer ke mahasiswa dengan datang mengajar tepat waktu. Ada 'sesuatu' yang mereka tangkap melihat dosen pembimbingnya siap materi dan tepat jadwal untuk konsultasi. Tidak sekedar materi skripsi tapi lebih dari itu kedisiplinan dan semoga sedikit (sedikit sekali malahan) keteladanan tentang keteguhan memegang amanah. Amanah pada saat tanda tangan kesediaan menjadi dosen dan saat menerima surat keputusan pengangkatan dosen.

Ternyata memang berat dan sulit menjadi dosen yang amanah ya?

Rabu, Mei 20, 2009

It's not time yet ... my baby

IE Department, Ciptomangunkusumo Build., Ground Floor

Jarum jam sudah merambat keangka satu. Aku masih asik ngobrol dengan teman-teman tata usaha tentang isu-isu politik (he..he..) seputar pemilihan dekan FTI, yang direncanakan diadakan pada 30 Juni 2009. Ah sudahlah, ngoprek-ngoprek blog aja, setelah sekian luuuuuaama tidak pernah kusatroni karena bulan-bulan ini banyak sekali yang harus kupikirkan dan kukerjakan (wuihhh.. gayane dek!).

(Open blog)
Wah... ada 2 "tamu" yang kangen dengan tulisanku. Ngga salah nih? Oke, akhirnya "kuberanikan" menulis tentang ... (Diilhami email dari teman sebelah kamar pas kost di Bandung)

(Write a story)
Pada suatu waktu (satu kalimat yang selalu kepakai jika mendongengkan cerita buat anak-anakku...once upon time) ketika aku masih kecil, aku sedang asik bermain-main dilantai dengan bonekaku. Aku ingat sekali, boneka itu sudah lusuh karena harus dipakai bermain bergantian dengan 2 kakak cewekku. Walaupun tidak seindah dan semahal boneka Barbie, seperti yang kulihat di TV dan majalah, tapi Si Koty (panggilan boneka itu karena bajunya kotak-kotak...nggak nyambung ya?) tetep mainan the best for me dah...karena memang nggak ada yang lain (he he he ).

Disampingku, duduk dikursi, ibuku sedang menyulam taplak meja (sekarang sudah jarang ditemui meja yang bertaplak ya?). Aku sedang bermain-main dibawah kursi dimana ibuku bekerja, melihat betapa sulaman ibu tidak berbentuk.

"Ibu sedang menyulam gambar apa? Kok kacakadut sih, bingung aku melihatnya."
"Sudahlah, kamu bermain saja dulu, nanti kalo sulaman ibu sudah jadi, pasti kamu tahu apa gambarnya dan pasti indah dilihat".

Setelah berapa lama, kudongakkan kepala keatas, lho kok...

"Sulaman ibu kok malah tambah ruwet sih aku lihat dari bawah. Emang gambarnya apa sih bu?".
"Sudahlah, kamu bermain saja lagi, ibu belum selesai menyulamnya, belum bisa ibu tunjukkan ke kamu, nanti ya? Sudah gih, main saja dulu".

Aku teruskan "'sandiwaraku" dengan si Koty, sambil sesekali mendongakkan kepala keatas, pingin segera tahu hasil sulaman ibu.

"Sabarlah nduk, ini sebentar lagi juga sudah selesai. Biar tidak capek kepalamu, tidak perlu sebentar-bentar lihat keatas, nikmati permainanmu dengan Koty", kata ibuku lagi.

Setelah sekian lama bermain dengan Koty, aku tidak sadar ketika taplak meja sulaman ibuku sudah jadi. Taplak meja bergambar bunga mawar berwarna merah mudah, terbentang indah dimeja sampingku bermain dengan Koty.

Sambil mengelus kepalaku dan memelukku, kudengar ibuku berkata:

"Kalau dari bawah memang kelihatannya begitu membingungkan anakku, tapi dari atas, sulaman itu sudah mempunyai pola, jadi pasti akan mempunyai bentuk yang terlihat indah."

(Ending story)
Bermainlah (bekerjalah) dengan lurus sekuat hatimu, walau semakin hari semakin banyak keruwetan (masalah, kesedihan, kegagalan) tapi yakinlah, bersabarlah pada saatnya akan kamu dapatkan keindahan itu (keberhasilan). Kamu sebagai hamba Allah teruslah bekerja dan berdoa, biarkan Dia-Allah juga melakukan sendiri pekerjaanNya, hingga semuanya pasti akan indah pada waktunya.

Senin, Maret 30, 2009

Finally... we did it, team!



Alhamdulillah...akhirnya proposal hibah bersaing tim "three musketer" lolos juga untuk didanai DIKTI-DP2M.Lolosnya, bisa jadi karena contentnya bermutu bisa juga karena reviewernya jatuh kasian melihat diriku pas presentasi, ato bisa jadi karena doa-doa dari mbak Puryani dan mbak Tika (he..he...). Mungkin juga gabungan dari tiga faktor tersebut diatas yang menjadikan proposal kami lolos.  


Dhani yakin, untuk sebagian besar dosen di negeri ini (Indonesia maksudnya he he he )sudah biasa mendapatkan dana hibah penelitian DP2M dan hibah ini pasti relatif kecil bagi sebagian besar dari mereka. Tapi bagi kami yang sudah beberapa kali gagal lolos mendapatkan dana penelitian semacam ini dan ....sekarang berhasil mendapatkan adalah hal yang luar biasa. Terinspirasi dari puisi Rendra ..... senang dan sedih adalah hal biasa saja karena semua orang pernah merasakannya. Jadi .... biasa aja atuh!!! :D


Btw, judul proposal kami "Formulasi Strategi Sistem Manufaktur untuk Industri Cor Logam di Wilayah Ceper Klaten Jawa Tengah." Dalam proses penyusunan laporan, penelitian ini telah dibantu banyak pihak, antara lain :
  1. Bapeda Kabupaten Klaten yang telah memberikan izin untuk melakukan penelitian.
  2. Bapak Sidik dari Dinas Perindustrian & Perdagangan Kabupaten Klaten
  3. Para pengusaha IKM Cor Logam Ceper
  4. Mahasiswa-mahasiswa TI UPN "Veteran" Yogyakarta, a.n. Fadil Pradana, Zulka Herisa, dan Izar Aziz
  5. dan masih banyak pihak lain yang tidak dapat kami sebutkan satu-persatu

and thank so much for Dr Hossein Sharifi, Management School, The University of Liverpool for his helping by supplied questionnaire form. 

Dari keseluruhan proses penelitian ini, yang paling membuat kami "merasa berhasil" (just our feeling hi hi hi ) adalah bahwa munculnya tiga judul penelitian yang dapat digunakan oleh ketiga mahasiswa kami diatas (butir 4) dalam menyelesaikan tugas akhirnya. Judul-judul tugas akhir mereka adalah:

  1. Pengukuran tingkat teknologi dengan menggunakan model teknometrik
  2. Penerapan lean assessment tools pada industri cor logam, dan
  3. Analisis kelayakan investasi tungku pelebur kupola dan induksi listrik.

Mungkin itu semua hanya perasaan kami saja yang berlebihan (lebayyyy eui) dalam menyikapi suatu "keberhasilan". Tetapi kalau mahasiswa-mahasiswa tersebut semuanya angkatan 2002 dan mereka sudah dalam keadaan hopeless karena mereka belum mempunyai judul skripsi trus harus lulus agar tidak DO per agustus 2009 ...kalau kami bisa 'sedikit" memberikan jalan dan ide buat mereka ....... wow rasanya senang sekali bisa membuat orang lain berhasil apalagi mereka 'anak-anak" kami sendiri. Tapi sebenarnya kerja keras mereka sendirilah yang menentukan keberhasilan mereka, kami hanya sebatas memberikan ide dan kalau sudah begini... sebenarnya kami yang nunut berhasil. Terimakasih banyak Fadil, Zulka, dan Izar. Sukses selalu buat kalian.