Tampilkan postingan dengan label resepku. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label resepku. Tampilkan semua postingan

Jumat, Desember 04, 2009

My cooking ... DENDENG CIHUYYY


Uups... daging sapi pembagian zakat kemaren masih menumpuk di kulkas. Daripada mubazir, dengan sok bisa masak, aku buka-buku resep koleksiku (padahal cuma 5 buah buku he he he ).

Bolak-balik terus, yang dicari ngga dapet-dapet... akhirnya ada resep dendeng. Ini dia!!!
Bahan:
500 gr daging sapi, iris lembaran
3 lembar daun salam, 2 cm lengkuas, 2 sdt air asam jawa, 2 sdm minyak goreng

Bumbu yang dihaluskan: 5 siung bawang merah, 2 siung bawang putih, 2 sdt ketumbar, 100 gr gula jawa, garam secukupnya
Cara memasak:
  1. Masak bumbu yang dihaluskan bersama dengan 400 cc air. Masukkan daging sapi dan bahan lain kecuali minyak goreng.
  2. Tutup wajan sambil sekali-kali diaduk. Biarkan sampai air habis.
  3. Setelah air habis, tuangkan 2 sdm minyak goreng, goreng sambil dibolak-balik lembaran daging sapinya.
  4. Ta...ta... ta.... sajikan dengan taburan bawang goreng.
Hmmmm..... yummy dah!!! Tips untuk memasak daging sapi: sebelum dimasak dipresto dulu ato kalo tidak punya dandang presto di bungkus dengan daun pepaya, memarkan dan biarkan 15' sebelum diolah menjadi masakan macam-macam.

Senin, November 02, 2009

Like becoming international chef ......



Biasakan anak-anak, kadang-kadang maemnya banyak, kadang sedikit. Hal ini pula yang terjadi pada anak sulungku. Karena kegiatannya sekolahnya makin bertambah, belum kegiatan les renang dan bahasa Inggrisnya, membuatku semakin senewen kalo dia sulit makan.

Berbagai cara aku coba untuk menambah nafsu makannya. Mulai vitamin merek A, B, sampai Z yang lalu lalang di iklan TV, sudah aku coba. Hanya pingin anakku makannya banyak, lahap dan... tentunya tetap sehat. 

Alhamdulillah, dia punya inisiatif sendiri bawa bekal ke sekolah. Katanya banyak temen-temennya juga bawa makanan ke sekolah trus dimaem bareng-bareng pas waktu istirahat diteras kelas. dengan semangat empat-lima setiap pagi aku usahakan membuat bekalnya bervariasi. Tapi....menu bekalnya kalo ngga nugget goreng...ya telur goreng, ayam goreng. Cuman tiga jenis itu thok...thok...thok.  Ternyata ketrampilan memasakku tidak cukup memadai untuk mengimbangi keinginanku ihikssss. Maafkan ibumu nduk yang ngga bisa pinter masak...kecuali ngrebus air sama masak mie instant (ngga boleh sebut merk lho!)

Pagi itu, dengan keinginan yang membara, dengan buku resep terbuka, aku coba bikin bekal yang lain buat shafaku. Kupas bawang merah, bawang putih, uleg-leg dengan garam. Sreng....... aku goreng dengan minyak sedikit. trus...blek, dani tambahkan nasi putih sepiring. Dengan gaya bak internasional chef, kubuat nasi goreng buat bekal angelku. Akhirnya... tha...tha... setelah jadi kumasukkan ke wadah kecil kutaburi irisan telur goreng dan tidak lupa termos minumannya ku isi dengan sirup jeruk kesukaannya.

Pas pulang kantor, shafaku langsung memelukku dan berkata "Terima kasih mama, aku sayang mama. Nasi goreng mama enak banget, temen-temenku banyak yang minta, aku sampe ngga kebagian, buatin lagi ya ma?" Haaaaaa... temen-temennya yang makan he he he...ngga penting yang itu,. The most important thing is... she already given me a tight hug and said I love you mom... and now I really-really feel like becoming international chef. Farah Quinn (I love her show on TV) lewatlah..... :D


Senin, November 10, 2008

Urap bayam pedas ... hmmm yummy

Babarsari 2, Ged. Ciptomangunkusumo Lt. Dasar

Jam 7:50 sudah sampai kantor. Rekor nih ... biasanya suka telat. Langsung mengerjakan agenda pertamaku hari ini: submission of camera ready paper for apiems 2008. Akhirnya selesai juga. Nyantai dulu, gak ada ngajar, kebetulan mahasiswanya lagi pada ujian mid semester. Eh... itu Tabloid Nova yang dilanggan kantor sudah datang. Baca dulu ahh!

Aha... ada urap bayam pedas di lembar Menu Keluarga. Gambarnya bisa dilihat disini. Kayaknya uenak ya, insyaAllah nanti pulang kantor kucobain resep yang dikirim mbak Nani Rusmiani dari Sukabumi ini. Kalau ngomongin urap, lalapan, dan sebagainya yang berlabel sayuran, boleh dibilang dhani jagonya. Jago makannya sih he..he.. Kalau urusan masak? Ya tunggu dulu... Kalau cuma masak air atau masak mie instan sih dhani sangat jago. Bener! Dhani memang suka sekali makan sayur. Mulai dari bayam, kangkung, terung-terungan, sampai daun pakis semuanya dhani suka (ini orang, apa mbek ya?). Walau dhani bukan orang Sunda, tapi dari waktu dhani kecil, keluarga memang suka sekali menyajikan masakan berbahan sayur. Mulai dari yang mentah sampai yang diurap, direbus buat ditoelin ama sambal, dibothok, dioblok-oblok, ... pokoke HIDUP SAYUR!

Tapi kenapa ya, kesukaan dhani ini, sampai sekarang belum "nular" ke anak-anak ples suami. Anak-anak masih mending, masih suka tumis kangkung ama sop wortel. Ayahnya, alias suamiku? Doi "tahunya" cuma sayur bayam thok! Itupun nggak suka-suka banget. Maunya cuma kalau dimakan sama sambal pecel. Waduh!

Padahal sayur khan banyak mengandung serat, antioksidan, vitamin, dari vitamin A sampai vitamin Z, ... Tapi itu semua tetep tidak mempan buat my husband. Padahal juga .... sekitar 7 Januari kemaren, doi harus menjalani operasi batu ginjal di RS. Panti Rapih. Dan dokternya bilang apa coba untuk salah satu tindakan pencegahan? "Banyak makan sayur ya Pak!!!" Weee...

Senengnya doi tuh tempe, tempe, dan tempe. Pokoknya segala macam masakan dari tempe ayahe safanun seneeeengs banget. Dulu pernah "diolok-olok" temannya gara-gara tempe ini. Syahdan, mereka makan bareng di suatu rumah makan. Suamiku seperti biasa... ngambil menu favoritnya, ya tempe tadi. Tau begitu, temannya nyerocos "Mas-mas, kalo makan mbok gak usah ngirit-ngirit banget gitu tho? Nanti tak traktir, tak traktir". Konon suamiku agak gondok juga sih dibilangin kayak gitu. Emang sudah demenannya gimana lagi? Doi juga suka sama yang namanya burger. Suka banget malah.

Tapi Bu, tempe khan bergizi trus murah lagi! Betul memang bergizi tapi apa ngga kasian ama "perut". Kok ngga ada diversifikasi asupan. Lahan saja kalo ditanami satu jenis tanaman terus menerus maka unsur haranya akan berkurang kok, bisa dianalogikan gitu tho? Lho, kan sudah didiversifikasi dengan burger. Dan di burger itu kan ada sayurnya juga tho Bu? Burger? Itu kan gak murah (walau gak mahal-mahal amit sih) dan walau ada sayurnya tapi seuprit gak ngaruh jika dibandingkan dengan kolesterol dari dagingnya.

Dari ulasan tentang "Diet untuk Golongan Darah B" ternyata semua makanan yang berbahan baku kedelai (termasuk tempe) dan gandum (roti dari gandum lho?) adalah pantangan buatnya yang memang bergolongan darah B. Belum lagi disuruh juga membatasi asupan daging. Hayooo... trus piye?