Tampilkan postingan dengan label perjalanan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label perjalanan. Tampilkan semua postingan

Sabtu, Oktober 27, 2012

MACAO (2)...just for 6 days!

THIRD DAY. December 8, 2010

Berangkat lagi ke konferensi dengan gagah berani. Hari ini jatahnya tampil di ruang SICILY 2502, pukul 11.00-12.30 WM. Dari buku panduan acara yang dhani pegang, diriku bakalan dapt urutan ke-4 dari 6 peserta bidang Manufacturing System yang dijadwalkan tampil pada sesi tersebut.
Sebelum perform, dhani putuskan untuk ikut dulu kegiatan speech dari para keynote speaker, yaitu :
1. SYSTEM IDENTIFICATION: THE PATH FROM DATA TO MODEL
Lennart Ljung
Div. of Automatic Control
Dep. of Electrical Engineering Linköpings Universitet
Sweden

2. QUALITY MANAGEMENT: FROM DELUSION TO REALITY
Thong Ngee Goh
Industrial and Systems Engineering Department
National University of Singapore
Singapore

Agak puyeng juga nih ngikutinya. Ni gara-gara bahasa inggris dhani yang payah ato karena jarang ato hampir ngga pernah 'keluar-luar" ngikuti seminar internasional, jadinya kemajuan ilmu pengetahuan khususnya industrial engineering sudah kemana...dhani masih dimana... capek deh, ihikssss. Eitsss...jangan patah semangat dhani, yang penting kemauan dan niat untuk selalu mau belajar!
Alhamdulillah segera masuk waktu coffebreak, jadi dhani ngga sampai pingsan tuh...:)  It's time to show dhani!
Bersama peserta dari negara lain
Saat perform :))

Relieve, after performing. Time to go lunch baby!

Selasa, Oktober 09, 2012

Just for 6 days! ...... M A C A O (1)

05 Dec 2010; 11:20 hrs; Flight JT 559
Masih sama seperti kisah-kisah sebelumnya. Berawal dari ambisi mengikuti seminar internasional yang berlabel
Industrial Engineering and Engineering Management 2010, dhani lakukan perjalanan ini.
Dengan diantar anak-anak dan suami, dhani memulai perjalanan ini dari bandara Adi Sutjipto Yogyakarta. Pesawat berlabel ''Singa Udara'' ini membawaku tepat waktu sampai ke Jakarta. Alhamdulillah...... selanjutnya menunggu penerbangan berikutnya. Hmmm.... tetap semangat!!!

05 Dec 2010; 16:50 hrs; Flight RI870
Sekitar 4 jam-an, dhani harus menunggu di bandara Soekarno-Hatta. Ngga pa-pa, demi menghemat biaya. Ceritanya begini : penerbangan ke Macau ada yang langsung dari Jakarta, dilayani oleh Mandala Airlines. Tetapi tidak setiap hari dan itupun harus diperpanjang sekitar 2 jam-an lagi due to operational reason, flight RI870 dimundurkan sampai pukul 18.20.
Tapi ngga pa-pa, ada temen ngobrol seorang bapak yang mengaku datang ke Jakarta dari Negeri Jiran hanya untuk mengantarkan sang istri tercinta menemui seorang Dude Harlino (sssttt...bintang sinetron itu lho!). Kikikikik...fantastis.

5 Dec 2010; 23.35 hrs; Flight RI871
Masih dengan alasan yang sama, alasan operasional, penerbangan diundurkan 01.05 am hari berikutnya. UUpsss....lagi-lagi masih harus menunggu, tapi dhani pikir ngga pa-pa karena check-in hotel sekitar jam 01:00 pm, jadi biar nunggu di bandara Macau nya juga tidak terlalu lama.

FIRST DAY. 6 Dec 2010; 06.40 WM
Welcome to the Macau International Airport...baliho itu tepat kubaca saat jam di pergelangan tangan menunjukkan waktu sekitar 05:40 am. Karena hanya selisih satu jam lebih cepat waktu di Macau, berarti sekarang pukul 06:40 WM hi hi hi...masih pagi masih banyak kabut di bandara kecil ini.
Sambil menunggu bandara itu "hidup", dhani sempatkan berjalan-jalan melihat-lihat keadaan di bandara ini. Hadeh....semua iklan menu kafe maupun restorannya berbau-bau pork. Bakalan makan mie instan seperti yang biasa dilakukan di tanah air nih...:'((
Berhenti sejenak di depan box ForEx...terbaca: 20 USD =152 MOP dan 1 USD =   7.6 MOP



Oke...let's see MOP singkatan dari Macau's official Pataca. Jadi 1 USD hampir mendekati 8 patacas. Sambil menunggu box penukaran mata uang itu buka, dhani puter-puter lagi sebentar. Terlihat di sebelah kanan bandara terdapat banyak bus yang parkir. Terbaca samar-samar beberapa nama hotel di kaca depan dan body bus...ooo berarti shuttle bus relatif banyak neh!!! Acikkk gratisan...
Kembali lagi ke penukeran uang tadi, akhirnya kuputuskan menukar sebanyak 50 USD buat uang makan pastinya. Akhirnya, setelah matahari mulai menampakkan sinarnya, dhani putuskan untuk naik shuttle bus The Venetian Hotel. Karena setelah nyari yang ke hotel tempat dhani nginep ngga ketemu-ketemu busnya. Sekalian meninjau lokasi konferensi, kuputuskan ambil rute bus ke Venetian Hotel.
Olala....sampe didepan hotel ini sempat dejavu dengan suasana Vegas yang kusambangi 2 tahun yang lalu. Muter ke belakang hotel untuk nyari parkiran shuttle bus.... walah ruamai banget kayak di terminal-terminal tanah air. Karena sudah mulai pusing liat orang lalu-lalang, akhirnya dhani putuskan untuk cari taxi ke Grandview Hotel, yang sudah dhani reservasi via on-line.

Finally tepat 01.45 WM, dhani masuk kamar no. 1103. Langsung ambil wudhu, sholat Dhuhur, trus....molor sampe sekitar 4.30 WM baru bangun. Sedappp...pulesnya, nyenyak banget.
Setelah sholat Ashar, dengan perut keroncongan keluar hotel. Good...ada minimarket diseberang hotel, forex kecil disampingnya. Tetapi rate exchangenya relatif kecil dibandingkan yang di bandara tadi, 1 USD = 7.1 MOP. Ya sudahlah, mau gimana lagi? Liat di seberang barisan toko tadi...apaan tuh, kayak kelenteng tempat ibadah umat Konghucu? Kepercepat langkahku untuk melihat tempat tadi lebih dekat karena hari mulai gelap. Terbaca "FOUR FACE BUDHA". Oke...perjalananku kulanjutkan ke arah halte bis diseberang lokasi patung Budha itu. Kupelototkan mataku membaca bus itinerary yang tertulis di halte itu sembari mencocokan dengan Macau Tourists Map yang kuperoleh dari hotel tadi. Sepertinya ada 2 perusahaan penyedia rute bis ini: TCM dan Transmac dan ... ada bus nomor 21 dan 34 yang melewati hotel tempat aku menginap agar bisa sampai ke Venetian Hotel.
bagus...besok harus dicoba untuk menghemat uang saku.

SECOND DAY. 7 Dec 2010, 09.30 WM
keluar kamar langsung ke shutle bus diseberang hotel untuk naik bis rute 21. Waduh kok nggak nongol-nongol. Kalo nongol...pas ngebut bisnya. Akhirnya menyerah karena sudah mulai ngga sabar. Kuputuskan naik taksi saja.
Weeee...ternyata lumayan deket cuman 16 MOP. Perasaan lebih jauh nyari tempat tepat konferensi dilaksanakan deh... Dari turun taksi di west lobby Venetian Hotel, masuk hotel naik beberapa anak tangga trus jalan ke arah kanan.....terus agak jauh baru ketemu tulisan IEEM 2010. 
 

















Kamis, November 20, 2008

Miles... (8): I am coming San Diego!

Terrible's Hotel & Casino Las Vegas, Thursday, September 11, 2008.

Saatnya check-out! Sekitar pukul 11:00-an, dhani sudah siap di reception desk buat menyelesaikan masalah administrasi. Karena kemaren reservasinya on-line, jadi sekarang tinggal bayar charge untuk calling service, sebesar $5.59, saat interlokal Marisa buat janjian jemputan nanti malem. Wah... bakalan "tidur" di bandara McCarran lagi nih, soale jadwal penerbangan US Airways ke San Diego baru nanti pukul 9.46 p.m. Daripada bengong ngga karuan, dhani muter-muter aja di bandara. Ketemu gantungan kunci imut dan pensil lucu. Tapi harganya ngga lucu sama sekali he.. he.. he..

Waktunya check-in! Koper dhani yang masuk bagasi kena charge $15. Oh... apa nanti kalo balik lagi ke LV dari San Diego juga kena lagi? Wah... tahu gitu mending dibawa masuk pesawat saja! Koper dhani kan tidak terlalu berat. Ternyata kalo penerbangan internasional seperti kemaren-kemaren, memang free baggage charge. Walo transfer dari SF ke LV? Dianggap sebagai flight-thru. Pemeriksaan di bandara LV masih standar sama seperti di bandara SF.

Boarding time 9.16 p.m. (Gate A).

Karena saking lelahnya setelah tadi jalan-jalan ngiterin bandara McCarran, penerbangan yang sekitar 1 jam ini jadi tidak terasa. Tau-tau ... welcome to SAN DIEGO INTERNATIONAL AIRPORT!

Bandaranya tidak sebesar bandara LV. Setelah ditunggu sebentar, Marisa dan her husband Joel nongol juga. Alhamdulillah... akhirnya ketemu orang Indonesia, ketemu teman sendiri! Perjalanan ke rumah Icha, panggilan Marisa, lumayan lama juga, sekitar 1 hour. Sampe di rumah Icha (San Diego masuk negara bagian California), setelah sebelumnya selama 3 hari hanya terisi roti dan pizza (btw, di LV ada pizza berlabel PapaJhons lho..., jadi inget ama PapaRons di Jogja), akhirnya dhani bisa "menemukan" nasi disini (dasar perut jawa!). Thanks so much Cha!

Murrieta, California, early morning, Friday, September 12, 2008.

Saat mau keluar kamar, dhani menemukan selembar kertas di bawah pintu kamar, ada tulisan: "Hi, my name Indie and my sister Isabel. ..... I love you". Setelah kamar dibuka, ada boneka panda coklat bersandar di pintu. Oh ... it's a very sweet introduction girls!.

Acara hari ini minta tolong Icha nganterin cari stick drum pesenan ponakan Jakarta. Alhamdulillah, dapat juga di Best Buy. Pajak barang di SD lebih kecil dikit (7.5%) dibandingkan di LV yang 7.75%. Terus diajak jalan-jalan ke toko serba 99 cent, namanya "Only 99 cent". Kalo disini serba 5 ribu kayaknya. Disini disempetin beli pernik-pernik buat oleh-oleh untuk anak-anak dan temen kantor.




Julian is a historic gold mining town located approximately one hour east of San Diego. Julian sits at an elevation of 4,450 feet about sea level, sourrended by majestic pine trees.



The town is famous for its home-grown apples and superb apple pies. Visitors may enjoy the town year round while staying in the mountains and taking day trips to nearby casinos, the Anza-Borrego Desert State Park and the coast...


Kalo di Jogja, mungkin miriplah ama Kaliurang atmosfirnya. Disini ada apple pie di Kaliurang khan ada jadah dan tempe, idemlah! Pinjam foto dan kalimatnya ya Cha "Lets enjoyyy it!".

Murrieta, Saturday, September 13, 2008.

Pagi ini, ada soccer game dari beberapa klub sepakbola anak yang ada di sekitar Murrieta. "The Rocket" klubnya si Indie juga ikut tanding. Kita kebagian peran "cheerleaders" he.. he.. Horray ... klub Indie menang dan dari 5 gol kemenangan "The Rocket", 2 gol hasil tendangan sulungnya Icha ini.



Pulang dari pertandingan sepakbola, diajak Icha mampir ke Wal Mart dan Only 99 cent lagi. Wuihs... bisa-bisa jebol nih kantong, lha wong banyak yang pingin dibeli, termasuk scarecrow itu!



Siangnya diajak jalan lagi. Sekarang mengunjungi temen Icha yang sedang bikin party pindahan rumah. "Yanti ... makasih pinjaman rumahnya ya buat background foto, numpang keren!". Pulangnya sempet mampir ke California Beach sambil nunggu buka puasa. (Btw, nama pantainya tepatnya apa ya? Masalae informasinya di California ada sekitar 450-an pantai).
Ups ... untung ada Pinky sama mamanya yang juga puasa. Kalo engga, bisa batal puasa pas dirumah Yanti. Hidangannya Indonesia banget! Ada urap, nasi kuning, ayam goreng,... lezat. Tapi masakan rawonnya Icha juga ngga kalah enak lho. Ones more, thanks Cha!





Murrieta, Sunday, September 14, 2008.

Pagi-pagi banget sekitar 5:00 a.m., dhani dianter Icha ma Joel ma Indie ke airport SD Int'l. Setelah genap 10-harian "jalan-jalan" di negeri orang, kini saatnya pulang. Lagi, lagi dan lagi... terimakasih buuuanyak Cha, Joel, mamanya Icha, Indiana, Isabel. Dhani nggak bisa ngasih apa-apa buat mbalesnya. Pokoknya maturnuwun banget!



Ok, time is up mam, you must go backs to your angels. See it soon United State of America, insya Allah, I will be back here with my family someday. Amin. (tamat).

Rabu, November 19, 2008

Miles... (7): Las Vegas Boulevard North

The Strip, Wednesday, September 10, 2008.

Saat dhani di LV, siangnya lumayan lebih panjang dibandingkan malamnya. Imsyak puasa jam 5:00 a.m. dan maghribnya sekitar 7:10 p.m. Acara jalan-jalannya jadi bisa agak lama. Masalahnya kalo malam, ... takutlah! Walo LV terkenal sebagai salah satu kota teraman di dunia, tapi dhani khan just alone. Tadi malam di TV diberitaukan kalau suhu di LV hari ini sekitar 81F. Wuih ... untung bawa baju ganti. Keringatan bo! Numpang ganti baju di toilet Via Bellagio dulu ah! Lanjut ... lewat Via Bellagio, dhani ngambil jembatan penyebrangan yang ke arah LV Blvds. North. Nemuin banyak patung-patung dan bangunan bernuansa kerajaan Roma disini. Karena masih belum nemuin musium Madame Tussaud, diputuskan tidak masuk ke The Forum Shops hanya lewat depannya saja.

The Forum Shops at Caesars


Visitors can walk the streets of ancient Rome at "The Shopping Wonder of the World". Features 160 world-class retailers, fine-dining restaurants, two free animatronic fountain shows and a 50,000-gallon saltwater aquarium.


Perjalanan menyusuri utara LV Boulevard terhenti ketika melihat perahu-perahu kecil dengan bapak-bapak pengayuhnya yang berkaos garis hitam-putih dengan selendang merah dililitkan dileher dan dipinggang. Ooo .... that what's named gondola!

Gondola Rides

Ride a half-mile down the Grand Canal as your gondolier serenades you. Rides are $16 (adults); $8.50 (children under 12). Parties of two or fewer must share with another party or a private, two-passenger gondola can be requested for $64.


Di peta yang dhani pegang, harusnya musium lilin itu ada di sekitar sini juga, tapi kok tidak terlihat papan nama atau apalah penandanya. Akhirnya dhani beranikan tanya ke bapak-bapak berseragam security. "Oh, you are tourist mam? You have to walk through that stairs with green canopy, go straight, you will find it/Oke, thank you Sir". Jalan lagi .... finally I found you, Madame Tussauds!

Madame Tussauds Las Vegas


Who do you want to meet? Seize the unique opportunity to hug, touch and take pictures with more than 100 of your favorite stars. Located off the moving walkway between The Venetian and Las Vegas Blvds.


Keluar dari musium ini, dhani putuskan untuk go back to the hotel. Sudah cuapek banget walo sebenernya masih pingin jalan sih! Pas jalan pulang melewati Harrah's Las Vegas Casino & Hotel, lho... dipeta diinformasikan disini ada monorail station? Daripada nanti nyesel, I decide to find and try to ride it.


Good times are on the line. Travel the Strip. Without standing in lines, piling on buses or waiting in traffic.


Harga tiket $5 untuk one way. Wow.... keretanya adem, jalannya smooth banget. Acik... Pas terdengar "Bally's and Paris monorail stop" dhani segera turun. Nanti kalo diteruskan sampe monorail stop yang di MGM Grand, bisa pingsan jalan pulang ke hotelnya! (bersambung)

Selasa, November 18, 2008

Miles... (6): Las Vegas Boulevard South

The Strip, Wednesday, September 10, 2008.

Setelah conference closing ceremony, dhani langsung tancap gas mo jalan-jalan. Perjalanan dimulai dari tempat seminar yang berada di Flamingo Road. Rencana semula mau ke museum Madame Tussaud tapi belum sempat ketemu lokasinya, sudah keburu nemuin "Menara Eiffel" disepanjang Las Vegas Blvd. South ini.



The Eiffel Tower Experience.
Take an elevator ride to the top of this half-the-scale replica of the Paris version for spectacular views. Open 9:30 a.m. - 12:30 a.m. daily, weather permitting.



Begitulah cuplikan deskripsi obyek ini yang dhani dapatkan dari "Vegas 2Go". Wow ... tidak rugi mengeluarkan uang $10 untuk membuktikan keindahan pemandangan The Strip dari atas. Keluar dari menara, dhani jalan lagi. Dalam perjalanan itu dhani secara kebetulan ketemu ama Miracle Mile Shops (MMS). Di mall ini terdapat sekitar 170 stores, 15 restaurant & live entertainment. Didalam shop ini ada area yang "beratap langit sore" . Persis asli tapi ternyata itu langit-langit buatan lho! Jadi dhani sempet kecele, lho kok sudah sore menjelang malam? Padahal ...hi..hi..hi..



Ceritanya, pas reservasi hotel on-line menggunakan Expedia, dhani sekalian milih activites yang ditawarkan, yaitu Madame Tussaud 's Wax Museum dan Shop & Shuttle: Fashion Outlets of Las Vegas (FOLV). Nah, untuk kegiatan yang kedua ini, perjalanan dimulai dari MMS. Di customer service desk dhani nanyain tempat untuk the redemption of my voucher activities. Ternyata harus jalan muter lagi ... ahaa itu dia! Ada 2 mbak-mbak yang bertugas disini. Setelah voucher ditukar, dhani dapat gift berupa bag tag ama sepotong kue coklat dan segelas minuman. Yummy, ups ... don't forget about your fasting mam! Kebetulan ada beberapa turis yang juga mau ke FOLV, jadi ada temen nunggu. Setelah duduk sebentar dikursi tunggu, pak sopir datang trus ngajak turun 1 lantai ke tempat parkiran bis. Di beberapa tempat, bis berhenti untuk mengambil "penumpang". Ternyata banyak juga yang ikut shop & shuttle activity ini. Let's go!

Fashion Outlets of Las Vegas.
In Primm, Nev., just across the state line from California, are more than 100 designer outlets. Save up to 75% on retailers such as Polo Ralph Lauren, Burberry, Old Navy, Coach, Kenneth Cole and Versace. Located off Interstate 15 at Exit1, next to primm valley resort. 10 a.m. - 8 p .m. daily.



Perjalanan ke outlets, kurang lebih butuh waktu 30 menitan. Sepanjang freeway, di kiri dan kanan hanya ada padang pasir (LV sejarahnya memang padang pasir yang disulap jadi kota). Ada beberapa pabrik yang dhani lihat, pabrik boat dan keramik kayak di Kasongan. Wuih ... tidak sia-sia merogoh kocek $20 buat menikmati perjalanan ini. Pak sopirnya sekalian guide tournya lho! Ternyata outlets ini dikelilingi padang pasir. Trus jatah waktu untuk berbelanja di FOLV hanya sampai jam 14:00. Karena kehilangan jam tangan waktu di bandara SF, dhani berencana beli jam tangan. Masuk ke adidas ... tomy hilfiger ... polo ... old navy ... yah ... buat dhani walopun outlets, tapi karena pake dollar jadi teteppp mahal bo! Ya sudahlah, just window shoping beib, no more!



Fountains of Bellagio
Watch the choreographed water show as more than 1,000 fountains dance in front of the hotel, enhanced by light and music, to songs like "God Bless the USA" and others by the likes of Frank Sinatra, Luciano Pavarotti, London Symphony Orchestra and more. Free performances every half hour from 3 to 8 p.m. and every 15 minutes from 8 p.m. to midnight Sat.-Sun.



Atraksi yang ini bener-bener oke punya. Sudah gitu gratis lagi. Jadi ngga nyesel nunggu 30 menit untuk perform berikutnya. Jangan dibayangin yang meliuk-liuk mbak-mbak dan mas-mas lho, tapi air mancurnya yang menari. Wow... cool! Lokasinya tepat di sebarang Menara Eiffel LV, masih di sepanjang Blvds. South.



Via Bellagio
Exquisite fashion and jewerly collections from world-renowned designers including Prada, Chanel, Tiffany & Co., Dior and Gucci. Via Bellagio's collection of sophisticated boutiques reflects the overall ambience of Bellagio. 10 a.m. midnight daily.



Tempat shoping ini letaknya tepat di sebelah "Air Mancur Menari Bellagio". Dinamai via karena letaknya di tengah-tengah jalan yang menghubungkan antara Bellagio Hotel dengan jembatan penyebarangan ke Flamingo Road, LV Blvds. South dan North. Produk yang dijual diluar jangkauan kemampuan dhani, jelas banget! So ...just take some pictures without couraging to enter the shops. (bersambung)

Senin, November 17, 2008

Miles... miles away from my angels (5)

Terrible's Hotel & Casino Las Vegas, Sunday, September 7, 2008.

Saat check-in hotel, dhani milih kamar di lantai 1 dan dapat kamar nomor 1033. Kamarnya besar dengan 2 tempat tidur. Fasilitasnya sama dengan fasilitas standar hotel kelas menengah di Indonesia. Tapi dengan rate yang sama disini sudah ada TV flat 31" yang tergantung di dinding kamar dengan saluran TV yang buanyak banget. Acik ...


Acara pembukaan seminar akan dilaksanakan hari ini jam 18:00 WLAS di Platinum Hotel & Spa. Dhani cepet-cepet mandi terus beres-beres. Rencananya mau survei lapangan dulu, cari tahu lokasi hotel itu. Alhamdullilah, ternyata hotel tempat seminar yang berlantai 17 itu, papan namanya bisa dibaca dari tempat dhani nginep. Walau begitu, lumayan gempor juga jalannya, sekitar 15 menitan. Wuih... capek deh! Ya, daripada naik taxi? Mahal! Tiba-tiba... hujan turun lumayan deras. Wah gimana nih dengan acara conference reception-nya? Baju dhani kan basah semua. Akhirnya dengan setengah hati, dhani memutuskan untuk tetap menghadirinya. Registration dulu, trus dilanjutkan semacam ramah tamah or welcome session, diselingi laporan dari panitia termasuk penyampaian presentation rules untuk 3 hari kedepan. Kebanyakan pesertanya dari USA sendiri dan Mexico. Ada beberapa dari Japan, Kanada, Taiwan, Korea, Germany, Portugal, Turkey dan Irak. Lalu... tiba saatnya acara banquet, hmmm yummy. Untung sudah waktu berbuka, jam 19.10 WLAS!!!



Monday, September 8, 2008.
Berangkat lagi ke tempat seminar dengan gagah berani dan tetep milih jalan kaki. Acara continental breakfast dilupakan saja. InsyaAllah puasa jalan terus. Sampe tempat seminar pas plenary speech by Mike McGinnis, Ph.D (Executive Director Virginia Modeling, Analysis & Simulation Center). Selanjutnya untuk presentation session hari ini dhani milih di session 1, 6 dan 7, berturut-turut temanya applied statistic I, operation research I dan applied operation research. Perasaan, penelitian teman-teman di Indonesia juga tidak kalah oke dibandingkan disini. He... he... tarafnya cuma baru bisa banggain tulisan teman. Tulisan sendiri? Tunggu dulu. Masih malu-maluin! Pukul 18.30 ada pengumuman memasuki acara banquet. Hmmm... sabar menantilah kalo acara makan-makan.

Tuesday, September 9, 2008.
Hari ini berangkatnya ngga bisa gagah berani. Sebabnya ngga tau kenapa tiba-tiba laptop ngadat ngga bisa dipakai padahal hari ini jatah dhani presentasi. The show must go on! Untungnya kemarin masih sempet nyimpen bahan presentasi di flash disk. Sampai di tempat konferensi langsung nyari panitia ngasih tau problem dhani. Ah... no problemo, you can use computer that supplied by committe, kata mereka. Alhamdulillah. Dhani kebagian session 25 periode III 15:00 - 16:30 WLAS. Bla ... bla.... alhamdulillah yang tanya cuma satu orang, mbak-mbak berwajah latin. Dengan terbata-bata dijawab juga. Semoga yang bertanya mudheng hi...hi... "My life had been saved by presentation duration that just 25 minute".

Wednesday, September 8, 2008.
Hari ini presentation session-nya tinggal satu periode saja. Yup... selanjutnya time to vacation. Tujuan pertama (jelas!): Madame Tussaud's Wax Museum. I am coming "truly" LAS VEGAS! (bersambung)

Jumat, November 14, 2008

Miles... miles away from my angels (4)

McCarran International Airport, Las Vegas (LAS), Sabtu, 6 September 2008.

Baru sebentar saja menginjakkan kaki di Las Vegas, ngga terasa hari sudah berganti: Minggu, 7 September 2008, 00:01. Saat turun dari UA 228, di running text monitor terbaca bagasi dapat diambil di carousel 11. Untuk sampai ke carousel itu ternyata jalannya lumayan jauh. Sambil celingukan membaca-baca papan-papan penunjuk arah, eh .... terbaca TRAM - BAGGAGE CLAIM. Oo... ternyata ada sejenis kereta yang disediakan khusus buat ngangkut kita-kita yang mau ngambel bagasi bawaan. Dhani masuk saja, thing (terdengar bunyi bel) trus ada announcement tujuan kereta, tiba-tiba ....wuzzzzzzzz!. Alamak, larinya kencenggggg banget. Dhani sampe mo jatuh bo! Belum sempet hilang kagetnya, eh kereta sudah berhenti. Wah... padahal "belum terasa" he.. he.. he... Acik juga. Cobain deh.

Setelah turun 1 lantai, haa... surprise..! I can see jackpot machine everywhere! Sambil menahan keinginan untuk main jackpot, dhani mencari-cari lokasi tempat pengambilan bagasi. Ketemu. Ternyata carousel nomor 11 ada di ujung. Menunggu sebentar... sebentar... kok koper dhani gak muncul-muncul ya? Setelah sempat 'harap-harap cemas', itu dia, si koper 'akhirnya datang juga'.

Karena check-in hotelnya baru pukul 15:00 WLAS, walhasil dhani terpaksa menunggu seharian di bandara. Mau jalan-jalan belum tau mana-mana, masih bawa koper lagi, sudah gitu badan bau pisan dari kemaren belum mandi. Akhirnya, diputuskan untuk "tidur" di kursi-kursi ruang tunggu McCarran. Tapi belum ngantuk. Daripada bengong atau lebih gawatnya lagi disangka penjahat, karena dimana-mana tertulis pemberitauan bahwa "bandara ini dilengkapi 'peralatan pengintai' selama 24 jam", oke deh! dhani pilih duduk trus mbuka laptop. Aha... ada wifi zone ternyata. Grentong alias gratis lagi. Alhamdulillah. Dhani bisa langsung kasih kabar ke rumah lewat email nih. Trus ngasih tau Marisa (my old friend) juga, buat bikin janji jemputan kalo nanti dhani jadi maen ke rumahnya di San Diego. Tik kitik kitik. Send! Trus dilanjutin search penerbangan domestik USA, dari sekiah puluh dhani pilih US Airways, lumayan miring harganya. Okey, nanti beli off-line saja langsung di counternya. Abis itu, tidur dulu ahh... ngantuk banget!

Ternyata McCarran tidak ikutan "tidur". Walau masih pagi banget, sudah terlihat lalu-lalang crew cleaning service bandara. Kebanyakan mereka Afro-Amerika, Mexico atau China. Lagi enak-enaknya ngliatin suasana bandara, tiba-tiba "Hi... there was a good article on this magazine, about soil. You can take it." Seorang ibu pake security uniform mengacungkan sebuah majalah ke arah dhani. Dengan wajah bingung, dhani lalu... "This is for me? free of charge, isn't it?" /Oh offcourse, save it for you /Oke thank you. Ibu yang baik! National Geographic Magazine ternyata. Lumayan...

Finally, jam Rolex super besar yang tergantung menunjukkan pukul 7.30 WLAS. Aktivitas bandara semakin sibuk. Dhani putuskan mencari tempat penjualan tiket US Airways untuk ke San Diego nanti habis acara seminar. Setelah tanya seorang mbak-mbak, dhani disuruh keluar bandara dan nyebrang jalan. Olala... ternyata di luar bandara sudah bersliweran mobil-mobil. Dari limousine sampai public bus. Ramai banget! Setelah berhasil nyebrang, nyari US office, haa... di depan kantor US sudah banyak orang yang mengantri. Panjang banget antriannya. Wuih... belum sempet masuk antrian, terdengar pemberitahuan "This line just for check-in today and US just recieve credit card, no cash, no traveler cheque". Akhirnya, dhani jalan saja terus masuk pintu keberangkatan. Ingat pepatah malu bertanya sesat di jalan, dhani langsung saja ke US desk, nanya. Setelah ditunjukin tempatnya, antri sebentar, giliran dhani sekarang. Semula dhani pesen tiket untuk 11 dan 13 September dengan jadwal penerbangan terakhir untuk tanggal-tanggal tersebut. Tapi doi nyaranin agar balik ke Vegas-nya diundur saja ke tanggal 14 September penerbangan paling pagi. Alasannya, untuk hari Sabtu harga tiket 2x lipat harga tiket hari Minggu. Alhamdulillah, diberi kemudahan Gusti Allah. Akhirnya dhani ambil tiket dengan jadwal sesuai saran ibu tadi. Las Vegas - San Diego (roundtrips) seharga $297.50. Thanks mam!

Waktu terus berlalu, pukul 14.30 dhani cabut ke hotel. "Mobil ini sudah dilengkapi dengan video-camera anti kejahatan". Kurang lebih begitulah terjemahan bebas beberapa stiker yang tertempel di jok taxi. Tidak sampai 15 menit, dhani sudah sampai di hotel. Argo taxi menunjukkan $11.05. Waktu dhani ulurkan $13.00 ... "Come on mam, this is Vegas!" Akhirnya dhani tambahin tipsnya. Sebenarnya dari majalah 'Vegas 2 Go' yang dhani peroleh di bandara, dhani sudah tahu kalau tips untuk taxi memang minimal $5.00. He..he... ngeyel, dasar pelit!

Masuk lobi hotel, olala... lagi-lagi jackpot machine everywhere. Yang main? Ngga tua, ngga muda, semua ada. Pakaian mbak-mbak yang bawa minuman, hiiii... 'sereem' (khusus 17 tahun keatas). Dhani langsung check-in dengan nunjukin berkas printout reservasi dari Expedia, terus... welcome to TERRIBLE HOTEL & CASINO, Las Vegas! (bersambung)

Rabu, November 05, 2008

Miles... miles away from my angels (3)

San Fransisco International Airport, Minggu, 6 September 2008.
Kalo liat jadwal pesawat, penerbangan dhani yang kedua ini masih bisa dibilang on time walo agak molor sekitar setengah jam (berarti gak on time dong ya he... he...). Keberangkatan dituliskan pukul 23.10 WTaipei, sedangkan kedatangan pukul 19.50 Waktu SF. Alhamdulillah.

Karena tiket di tangan tiket ekonomi, maka untuk keluar CL 004-nya musti melewati kelas bisnis. Eh... bapak-bapak yang antri di depan dhani masih sempet-sempetnya ngembat sandal yang disediakan untuk penumpang bisnis. Ternyata oh ternyata, kelakuan orang-orang di my country yang suka ngambel sandal, kalo bubaran sholat jumat, berlaku universal hi... hi... hi... Pramugari CL yang cantik-cantik cuman senyum-senyum saja nglihat kejadian itu. Sudah biasa kaleee... (jadi nyesel gak ikutan ngambel).

Sekeluarnya dari pesawat, sebelum ambil bagasi, semua diharuskan masuk pemeriksaan imigrasi. Dhani ngambil antrian yang untuk all-visitors_non-citizens. Wuih... antriannya puanjang banget! Padahal jadwal my next flight pukul 22.22 WSF. Masih harus check-in dulu trus belum ambil bagasi pula. The ”scary” traveling was just began!!!

Setelah mengantri lumayan lama, dhani pun masuk ruang pemeriksaan. Dapat immigration officer cowok yang cukup kalem tampangnya, tapi... Setelah dicek paspor dhani ... trus ditanya apa keperluannya datang ke USA ... doi gak langsung percaya begitu saja. Waduh, kayaknya tampang ama penjelasan dhani gak meyakinkan nih. Dhani pun terpaksa mengeluarkan senjata pamungkas: invitation letter from IJIE conference committe. Setelah dibaca sebentar, akhirnya dhani boleh meneruskan perjalanan. Eitts tunggu dulu... ternyata doi masih belum rela melihat dhani bisa dengan mudah ”masuk” negaranya. Dhani disuruhnya melalui pemeriksaan ”secondary”. Wuih... semakin deg-degan saja. Mungkin inilah yang dimaksud dengan istilah ”penjemputan” yang pernah dhani baca di beberapa artikel tentang serba-serbi datang ke USA for first time. Waduh!

Ruangan pemeriksaan secondary tidak terlalu luas, ada 2 orang officer yang bertugas waktu itu. Bapak-bapak dan ibu-ibu. Badan keduanya lumayan besar, persis police yang di film-film Hollywood gitu! Sudah banyak orang yang mengantri dan duduk-duduk di ruangan itu. Dhani segera serahkan paspor dan surat undangan ke petugas yang pertama, seorang ibu. ”Oke, please sit down and follow the line”.

Dengan takut-takut dhani mencari tempat duduk yang masih kosong dan duduk (ya iyalah... tempat duduk ya buat duduk). Disini dhani dapat temen sharing cewek cantik dari Philipina. Kayaknya dhani emang ”berjodoh” dengan orang-orang Philipina nih! Sebelumnya, di dalam CL 004 teman ngobrol dhani juga orang Philipina. Doi bilang sudah sekitar 1 jam duduk menunggu giliran. Gubrakkkkkk... Ya Allah bagaimana nanti dengan dhani? My next flight which ticket already on my hand, my baggage, my conference, my... my... Stop it, just follow the process dhani! Que sera sera. Sambil ”komat-kamit” membaca semua doa yang teringat, dhani melihat-lihat suasana pemeriksaan. Ada seorang bapak yang lumayan berumur didampingi putrinya, mungkin, harus melakukan wawancara dengan petugas kedua setelah melalui pemeriksaan dengan petugas pertama. Lagi asyik-asyiknya memperhatikan tiba-tiba... terdengar nama dhani dipanggil. Deg!

“Anda mengajar dimana? Subjek apa yang Anda ajar? Berapa lama Anda mau tinggal di USA?” Si ibu petugas bertanya begitu bertubi-tubi, doi pasti khusnudzon bahasa Inggris dhani lancar nih he... he... he... Terimakasih ya Bu atas khusnudzon-nya. Dengan ”gagah berani & sok yes” dhani jawab semuanya, dan .... cetok! Akhirnya bunyi stempel imigrasi pun terdengar. Sangat merdu. Tertulis, 1 month. Oke, no problemo. I just wanna one week in USA and go home!!!!

Stempel imigrasi yang lumayan cepat dhani peroleh sempat membuat dhani kege-eran, "hebat juga ya dhani, bisa ngeyakinin si ibu petugas tadi pake bahasa inggris" O... alaaah... si ibu ternyata pas ndengerin penjelasan dhani tadi sembari access on-line for get my itinerary and IJIE conference program and off course check my name in the schedule of conference. Mungkin semua omongan dhani bahkan gak didengarnya. Wuih… good responsibility to your job Mam! Thank you. Dhani segera keluar dan tak lupa pamitan sama mbak dari Philipina yang belum juga dapat giliran.
“Good luck, happy nice day and enjoy your life here”, masih terngiang ucapan ibu petugas imigrasi tadi ketika menyerahkan paspor dhani. America... I'm coming...

Dhani sempat mbatin, 'negara ini kok parno banget tho sama pendatang". Tapi itu haknya juga sih. Karena negara memang berkewajiban menjaga keamanan, keselamatan dan kenyamanan warga negaranya, bagaimanapun caranya. Rasa-rasanya ini pernah dhani pelajari di Pendidikan Moral Pancasila (PMP) waktu SD sampai SMA. Masih ada gak ya pelajaran itu?


Dhani setengah berlari mencari tempat baggage claim. Untung, penunjuk arah dan papan nama yang dipakai bandara SF besar-besar dan informative banget. Sehingga dhani tidak kesulitan menemukan juga baggage carrousel for CL 004. Setelah menunggu 2 putaran, ahaa… that’s my bag.

Tugas dhani selanjutnya adalah mencari Terminal 3 buat check-in United Airlines (UA). Ya Allah jauh banget, sudah begitu jalannya berliku-liku (berlebihan, memangnya jalur angkot? he.. he.. he…). Akhirnya, setelah melewati 'jalan panjang dan berliku' ketemu juga UA desk for check-in. O..la..la.. semuanya serba otomatis. Tanpa sadar dhani garuk-garuk kepala. Wah gimana nih? Maka dengan cueks dan memelas, dhani minta bantuan petugas check-in UA yang bertampang latin (jadi leinget Antonio Banderas deh). Paspor digesek, mencari nomor pesawat, memilih nomor kursi, lalu... tiket dan bag identification ”keluar” otomatis deh! Katrok nih hi... hi... hi...

Ternyata 'cobaan' lain masih harus dhani lalui. Yaitu saat dhani harus melewati pemeriksaan bandara SF. Bagi traveler baru jalur masuk pemeriksaan dibedakan. Pemeriksaan standar hampir sama dengan di bandara Soekarno-Hatta. Bedanya, di sini dhani masih harus masuk kotak 'entry scan'. Di dalam kotak ini dhani 'ditiup' (seperti ayam yang di-desinfektan saja atau di-foging kayak nyamuk hi hi hi), rasanya mirip-mirip kesetrum listrik tapi nggak sakit. Alhamdulillah semua baik-baik saja. Lolos dari pemeriksaan bandara dhani langsung mencari ruang tunggu untuk penerbangan UA 228.

Boarding time 21.50 (Gate 72).
Sudah banyak penumpang yang menunggu. Di layar monitor terlihat jadwal penerbangan UA dan waktu boarding-nya. Dilayar itu juga bisa dilihat kapan giliran kita masuk pesawat disesuaikan dengan nomor tempat duduk. Pesawat UA 228 yang dhani naiki gak jauh beda dengan pesawat-pesawat domestik Indonesia. Perbedaannya malah dipramugarinya. Kalau pramugari Indonesia cantik-cantik dan masih muda-muda, di UA biasa-biasa saja. Dandanannya juga tidak “heboh” (sirik tanda tak mampu hi.. hi.. hi..).

Finally, setelah ”tidur” selama 1 jam 29 menit, dhani sampai juga di Las Vegas. On-time benerr! Welcome to Las Vegas, welcome to McCarran International Airport, Mam! (bersambung).

Jumat, Oktober 31, 2008

Miles... miles away from my angels (2)

Taiwan Taoyuan International Airport, Sabtu, 6 September 2008.
Di my itinerary tertulis penerbangan dari JKT berangkat 14.00 WIB sampai Taipei 20.15 waktu setempat. Berarti penerbangan pertama dari rute perjalanan dhani bisa dibilang on time dan lancar dech! Alhamdulillah.

Turun dari CL 678 langsung mencari gate D1 karena harus transfer flight ke CL 004. Penerbanganku berikutnya dijadwalkan sekitar 23.10 Waktu Taipei (WT). So… aku harus nunggu sekitar 3 jam dong! Ternyata harus nunggu 3 jam bukanlah masalah, karena ada temen ngobrol, si Ibu yang dari Sukabumi itu loch! Terima kasih ya Bu.

Sepanjang jalan menemukan gate D1, berjejer banyak free-duty shop. Dhani ngga sempet window shopping karena dana terbatas, banget-nget lagi. He... he...
Bandaranya bersih banget dan tersedia banyak kran minum gratis. Oke, coba dulu yach. Sempet juga mampir toilet, tetep saja bersih dan semua fasilitasnya menggunakan automatic faucet. Hmm ..... nyaman.
Untung HP langsung bisa dipakai dengan penyesuaian waktu lokal setempat, jadi langsung bisa kasih kabar to my angels.

Boarding time 22.30 WT (Gate D1).
Finally, kutemukan juga gate D1, harus turun 1 lantai ternyata. Acara selanjutnya adalah duduk-duduk sambil cerita-cerita sama si Ibu dari Sukabumi.
Pukul 23.30 waktu Taipei, kita sudah masuk CL 004. Kursi pesawatnya terasa lebih ergonomis dibandingkan dengan pesawat sebelumnya. Dapat kursi yang ditengah. Ngga masalah sih. Tapi .... yang dhani rasa ”nggak masalah” ternyata hanya bertahan sampai pagi.

Pagi, sekitar pukul 01.00 WT kita dapat menu makan. Nah, setelah pada selesai, ibu yang duduk di sebelah kanan dhani langsung mengajak cerita teman-temannya yang duduk di barisan belakangnya lewat sela-sela antara kursi dhani dan kursinya. Mereka menggunakan bahasa China (atau Mandarin yach?) yang dhani gak dong babar blas. Waduh... kepala dhani sampai pusing-sing dibuatnya. Untung saja bapak di sebelah kiri mengalihkan ’pusing’ dhani dengan ngajak ngobrol. Tujuan blio ke Freemont untuk menjenguk istri dan anak-anaknya. Blio sendiri tinggal di Philipina. Bahasa Inggris si Bapak oke banget loch. Jadi malu neh. Alhamdulillah blio ngerti juga yang dhani omongin, walo ngga jelas tuch structure ama grammar-nya. He... he...
Di TV layar lebar depan tempat duduk dhani terlihat peta perjalanan pesawat CL 004. Ternyata pesawat sudah ada diatas Osaka, ... Tokyo, kemudian menyeberangi Pasific Ocean untuk sampai ke SF. O.. la.. la.. wake up mamane safanun, you are really really far far away from your angels now.
Karena nggak tahan dengan suara ibu-ibu tadi yang terus saja cerita, dhani ”terpaksa” minum obat sakit kepala. Untung tidak lupa bawa. Oops, ... sukses... mata dhani mulai menyayu, ngantuk lalu tertidur pulas diiringi lagu Bengawan Solo versi mandarin. Zz.. zz.. zz.. z...

Pas mau sampai di SF kami diminta mengisi form semacam Custom Declaration tepatnya U.S. Customs and Border Protection yang disediakan U.S. Department of Homeland Security.

Local time at destination : 07.45 pm
Local time at origin : 10.45 am

Wow... 11 hours on the flight. Kira-kira selisih 9 atau 10 jam ya antara WIB dengan waktu SF? Yang pasti, lebih dulu waktu SF dibandingkan dengan WIB. Welcome to United State of America, welcome to SAN FRANSISCO INTERNATIONAL AIRPORT, dhani! (bersambung)

Rabu, Oktober 29, 2008

Miles... miles away from my angels (1)

Alhamdulillah, horray... usulan bantuan seminar ke luar negeri-ku disetujui oleh Dikti. Dhani mau seminar ke Las Vegas neh. Apa? Seminar di Las Vegas? Gak salah tuh. Bukannya itu pusatnya judi. Apa yang mau diseminarkan di tempat kayak gitu? Seminar tentang bagaimana memperbesar kemungkinan dapat jackpot? No... No... yang bener, dhani akan mengikuti seminar yang diselenggarakan rutin oleh IJIE (International Journal of Industrial Engineering). Oke?

Ini pengalaman pertamaku pergi sendirian ke tempat yang jauh, sangat jauh bahkan. Ke Las Vegas Amerika Serikat maaaan.... Kebayang gak sih. Tapi kok seperti ada yang lalu terbisik di hati: demi tugaskah atau demi ambisi? Rasanya sulit membedakan. Kalau mau jujur, ini semua tidak lebih demi pemenuhan ambisi semata (kapan lagi bisa jalan-jalan ke luar negeri dibiayai negara? masalae kalo uang pribadi belum ada yang dialokasikan untuk jalan-jalan overseas!), dengan dalih menunaikan tugas kantor sebagai pembenarannya.

Berani gak ya aku pergi jauh, sendirian? Kalau terjadi apa-apa di jalan bagaimana? Setelah mengerutkan dahi sejenak... sejenak lagi... dan sejenak lagi, eureka... rasanya aku tahu jawabnya. Kesendirian bukanlah sesuatu untuk ditakutkan. Tapi masalahnya, itu kan berarti aku harus berpisah dengan 2 bidadari kecil yang selama ini selalu menjadi pusat edarku. Aku pasti akan sangat rindu... kangen... dan kebayang-bayang terus. Duhai bidadari belahan jiwa akan sanggupkah aku menanggung semua itu? Aah... bismillah semoga semua baik-baik saja. Ayah jangan nakal ya, jaga bidadari kita baik-baik. Bener lho.

Bandara Soekarno-Hatta, Sabtu, 6 September 2008.

Jam di tangan menunjukkan waktu 12.15 WIB. Aku sudah check-in di desk 36. Pesawat pertama yang akan membawaku ke kota judi Las Vegas adalah China Airlines (CL) 678. Aku minta duduk dekat jendela dan alhamdulillah bagasiku langsung (check-thru) bisa diambil di San Francisco (SF), jadi tidak perlu repot saat transfer pesawat CL di Taipei nanti.

Boarding time 13.30 WIB (Gate D5).

Diruang tunggu keberangkatan ini, aku mendapat teman ngobrol seorang ibu, sekitar 50 tahunan usianya. Beliau juga mempunyai tujuan ke SF. Ternyata si Ibu yang katanya asli Sukabumi ini, sudah menjadi imigran USA. Dia tinggal bersama anak pertamanya yang bersuamikan orang Amerika. Kalau mendengarkan ceritanya, rasa-rasanya dia senang dan betah tinggal di SF. Kotanya bersih, sekolah dasar sampai menengah atas gratis. Tiap minggu bisa ikut senam yang setelah selesainya selalu disediakan berbagai jenis roti yang dapat diambil semaunya dan semampunya. Punya nomor atau kode keamanan sosial yang berguna juga sebagai jaminan di hari tua karena ada uang pensiun dari negara dan masih banyak cerita dari si Ibu yang semua mengesankan bahwa beliau begitu “mengagumi” Negara adidaya yang bernama United State of America itu.
Tapi selidik punya selidik ternyata beliau masih memiliki tanggungan anak, duduk dibangku SMP, yang sekarang tinggal bersama sang kakak, anak keduanya, di Bekasi.
Waduh, “tega” benar ibu ini, aku pikir semua anaknya sudah mentas sehingga bebaslah beliau memilih mau tinggal sama anaknya yang mana. Ternyata...
Kata si Ibu ini lagi, sebenarnya si bungsu mau diajak tinggal di SF tapi sudah 2 kali mencari visa belum juga dikabulkan oleh kedutaan. Okay, setiap orang memiliki alasan sendiri-sendiri untuk membenarkan tindakannya. Termasuk dengan kepergianku ini, aku juga punya alasan buat pembenarannya. Rasanya kita tidak perlu “heboh” dengan urusan orang lain ya?

13.48 WIB aku sudah duduk di seat 18K. Teman duduk sebelah masih muda sekali, dia sepertinya kelelahan sehingga langsung tidur. Aku sendiri mencoba mencari “hiburan”. Film “What Happens in Vegas” yang dibintangi Cameron Diaz dan Ashton Kutcher menjadi pilihanku. Kebetulan nih! Bisa dapat bocoran tentang Las Vegas, pikirku.

Sekitar 17.15 WIB, waktunya makan. Aku coba minta moslem meal dan alhamdulillah diiyakan oleh pramugarinya. Aku tunggu dulu sampai kurang lebih pukul 17.45, baru aku makan sekalian berbuka puasa. Biar aku tidak terlalu banyak membayar hutang puasa nantinya. Sholatnya... Sholat Dhuhur dan Ashar tadi telah aku jamak, nah sekarang Maghrib dan Isya, juga ikutan dijamak.
Allah tak pernah mempersulit hambanya kan?

Local time at destination : 8.29
Local time at departure : 7.29

Jadi hanya selisih 1 jam antara WIB dengan waktu Taipei. Tepat pukul itu juga papan nama TAIWAN TAOYUAN INTERNATIONAL AIRPORT terbaca jelas. (bersambung)