Sabtu, Oktober 27, 2012

MACAO (2)...just for 6 days!

THIRD DAY. December 8, 2010

Berangkat lagi ke konferensi dengan gagah berani. Hari ini jatahnya tampil di ruang SICILY 2502, pukul 11.00-12.30 WM. Dari buku panduan acara yang dhani pegang, diriku bakalan dapt urutan ke-4 dari 6 peserta bidang Manufacturing System yang dijadwalkan tampil pada sesi tersebut.
Sebelum perform, dhani putuskan untuk ikut dulu kegiatan speech dari para keynote speaker, yaitu :
1. SYSTEM IDENTIFICATION: THE PATH FROM DATA TO MODEL
Lennart Ljung
Div. of Automatic Control
Dep. of Electrical Engineering Linköpings Universitet
Sweden

2. QUALITY MANAGEMENT: FROM DELUSION TO REALITY
Thong Ngee Goh
Industrial and Systems Engineering Department
National University of Singapore
Singapore

Agak puyeng juga nih ngikutinya. Ni gara-gara bahasa inggris dhani yang payah ato karena jarang ato hampir ngga pernah 'keluar-luar" ngikuti seminar internasional, jadinya kemajuan ilmu pengetahuan khususnya industrial engineering sudah kemana...dhani masih dimana... capek deh, ihikssss. Eitsss...jangan patah semangat dhani, yang penting kemauan dan niat untuk selalu mau belajar!
Alhamdulillah segera masuk waktu coffebreak, jadi dhani ngga sampai pingsan tuh...:)  It's time to show dhani!
Bersama peserta dari negara lain
Saat perform :))

Relieve, after performing. Time to go lunch baby!

Selasa, Oktober 09, 2012

Just for 6 days! ...... M A C A O (1)

05 Dec 2010; 11:20 hrs; Flight JT 559
Masih sama seperti kisah-kisah sebelumnya. Berawal dari ambisi mengikuti seminar internasional yang berlabel
Industrial Engineering and Engineering Management 2010, dhani lakukan perjalanan ini.
Dengan diantar anak-anak dan suami, dhani memulai perjalanan ini dari bandara Adi Sutjipto Yogyakarta. Pesawat berlabel ''Singa Udara'' ini membawaku tepat waktu sampai ke Jakarta. Alhamdulillah...... selanjutnya menunggu penerbangan berikutnya. Hmmm.... tetap semangat!!!

05 Dec 2010; 16:50 hrs; Flight RI870
Sekitar 4 jam-an, dhani harus menunggu di bandara Soekarno-Hatta. Ngga pa-pa, demi menghemat biaya. Ceritanya begini : penerbangan ke Macau ada yang langsung dari Jakarta, dilayani oleh Mandala Airlines. Tetapi tidak setiap hari dan itupun harus diperpanjang sekitar 2 jam-an lagi due to operational reason, flight RI870 dimundurkan sampai pukul 18.20.
Tapi ngga pa-pa, ada temen ngobrol seorang bapak yang mengaku datang ke Jakarta dari Negeri Jiran hanya untuk mengantarkan sang istri tercinta menemui seorang Dude Harlino (sssttt...bintang sinetron itu lho!). Kikikikik...fantastis.

5 Dec 2010; 23.35 hrs; Flight RI871
Masih dengan alasan yang sama, alasan operasional, penerbangan diundurkan 01.05 am hari berikutnya. UUpsss....lagi-lagi masih harus menunggu, tapi dhani pikir ngga pa-pa karena check-in hotel sekitar jam 01:00 pm, jadi biar nunggu di bandara Macau nya juga tidak terlalu lama.

FIRST DAY. 6 Dec 2010; 06.40 WM
Welcome to the Macau International Airport...baliho itu tepat kubaca saat jam di pergelangan tangan menunjukkan waktu sekitar 05:40 am. Karena hanya selisih satu jam lebih cepat waktu di Macau, berarti sekarang pukul 06:40 WM hi hi hi...masih pagi masih banyak kabut di bandara kecil ini.
Sambil menunggu bandara itu "hidup", dhani sempatkan berjalan-jalan melihat-lihat keadaan di bandara ini. Hadeh....semua iklan menu kafe maupun restorannya berbau-bau pork. Bakalan makan mie instan seperti yang biasa dilakukan di tanah air nih...:'((
Berhenti sejenak di depan box ForEx...terbaca: 20 USD =152 MOP dan 1 USD =   7.6 MOP



Oke...let's see MOP singkatan dari Macau's official Pataca. Jadi 1 USD hampir mendekati 8 patacas. Sambil menunggu box penukaran mata uang itu buka, dhani puter-puter lagi sebentar. Terlihat di sebelah kanan bandara terdapat banyak bus yang parkir. Terbaca samar-samar beberapa nama hotel di kaca depan dan body bus...ooo berarti shuttle bus relatif banyak neh!!! Acikkk gratisan...
Kembali lagi ke penukeran uang tadi, akhirnya kuputuskan menukar sebanyak 50 USD buat uang makan pastinya. Akhirnya, setelah matahari mulai menampakkan sinarnya, dhani putuskan untuk naik shuttle bus The Venetian Hotel. Karena setelah nyari yang ke hotel tempat dhani nginep ngga ketemu-ketemu busnya. Sekalian meninjau lokasi konferensi, kuputuskan ambil rute bus ke Venetian Hotel.
Olala....sampe didepan hotel ini sempat dejavu dengan suasana Vegas yang kusambangi 2 tahun yang lalu. Muter ke belakang hotel untuk nyari parkiran shuttle bus.... walah ruamai banget kayak di terminal-terminal tanah air. Karena sudah mulai pusing liat orang lalu-lalang, akhirnya dhani putuskan untuk cari taxi ke Grandview Hotel, yang sudah dhani reservasi via on-line.

Finally tepat 01.45 WM, dhani masuk kamar no. 1103. Langsung ambil wudhu, sholat Dhuhur, trus....molor sampe sekitar 4.30 WM baru bangun. Sedappp...pulesnya, nyenyak banget.
Setelah sholat Ashar, dengan perut keroncongan keluar hotel. Good...ada minimarket diseberang hotel, forex kecil disampingnya. Tetapi rate exchangenya relatif kecil dibandingkan yang di bandara tadi, 1 USD = 7.1 MOP. Ya sudahlah, mau gimana lagi? Liat di seberang barisan toko tadi...apaan tuh, kayak kelenteng tempat ibadah umat Konghucu? Kepercepat langkahku untuk melihat tempat tadi lebih dekat karena hari mulai gelap. Terbaca "FOUR FACE BUDHA". Oke...perjalananku kulanjutkan ke arah halte bis diseberang lokasi patung Budha itu. Kupelototkan mataku membaca bus itinerary yang tertulis di halte itu sembari mencocokan dengan Macau Tourists Map yang kuperoleh dari hotel tadi. Sepertinya ada 2 perusahaan penyedia rute bis ini: TCM dan Transmac dan ... ada bus nomor 21 dan 34 yang melewati hotel tempat aku menginap agar bisa sampai ke Venetian Hotel.
bagus...besok harus dicoba untuk menghemat uang saku.

SECOND DAY. 7 Dec 2010, 09.30 WM
keluar kamar langsung ke shutle bus diseberang hotel untuk naik bis rute 21. Waduh kok nggak nongol-nongol. Kalo nongol...pas ngebut bisnya. Akhirnya menyerah karena sudah mulai ngga sabar. Kuputuskan naik taksi saja.
Weeee...ternyata lumayan deket cuman 16 MOP. Perasaan lebih jauh nyari tempat tepat konferensi dilaksanakan deh... Dari turun taksi di west lobby Venetian Hotel, masuk hotel naik beberapa anak tangga trus jalan ke arah kanan.....terus agak jauh baru ketemu tulisan IEEM 2010. 
 

















Senin, Oktober 08, 2012

DUA PILIHAN

Condongcatur, October 8th 2012, 09.00 WIB.

Seperti biasanya, setiap hari Senin sekitar pukul 09.00 kita ketemuan bareng untuk koordinasi kegiatan selama seminggu ini. Rapat rutin ini kami gunakan untuk sharing, diskusi maupun sekedar ngobrol ngalor-ngidul tetapi dengan semangat yang tetep sama "mendapatkan amunisi baru dalam rangka mendapatkan hasil yang lebih baik dari setiap kegiatan yang akan kami laksanakan"
Dan hari ini, sekitar 10.30, dari "obrolan" di rapat itu, saya dengar kabar lagi tentang kesehatan beliau.
"Kekuatan untuk menyangga badannya sekarang hanya tergantung pada kekuatan tangan. Jika tangan beliau sudah capai maka beliau sudah tidak sanggup duduk. Badannya sudah mulai kurus dan uban rambutnya semakin bertambah. Setiap pagi beliau harus duduk di atas kursi roda dan keluar rumah untuk mendapat terapi sinar matahari...  "

Padahal sekitar sebulan yang lalu, hal ini yang saya dengar:
"Beliau sudah bisa berjalan-jalan walaupun hanya sebentar. Kesehatannya berangsur-angsur membaik".

Masya Allah. Begitu mudah Allah merubah keadaan seseorang. Dari sehat menjadi sakit dan sebaliknya dari sakit menjadi sehat. Dari berkuasa menjadi tidak punya kuasa apapun. Dari seseorang yang telunjuknya bisa membuat semua orang mengikuti perintahnya menjadi seseorang yang mengangkat badannya sendiri saja tidak mampu. Dari ... menjadi ...

Menurut Abah Hadi dalam bukunya berjudul "Keajaiban Umur 40 Tahun", dikatakan :
"Karena pada hakikatnya, apapun yang engkau inginkan serta engkau usahakan, apapun yang telah engaku peroleh dan engaku miliki seperti ilmu, mata pencaharian, harta, keluarga, teman dan sebagainya, dapat engakau pandang dari dua aspek berikut:
  1. Pertama, dari aspek ketaatanmu kepada Allah sehingga Dia memudahkanmu untuk mencari semua itu dan tetap menjadi milikmu sehingga engkau bersyukur. Ataukah Dia menahan sebagiannya atau seluruhnya darimu sehingga engkau bersabar. Keduanya adalah yang terbaik bagi dirimu.
  2. Kedua, ataupun dari aspek kedurhakaanmu kepada Allah. Mungkin saja Dia memberikan apapun yang engkau inginkan dengan cara yang amat mudah sehingga engkau semakin bertambah dosa. Atau juga menahannya darimu agar engkau putus asa dan tidak bersabar. 
Jika engkau berserah diri secara total kepada Allah, engkau pasrahkan seluruh perbuatanmu setelah menyakini bahwa itu adalah yang terbaik yang dapat engkau lakukan maka manfaatnya hanya akan kembali pada dirimu.Sebaliknya, jika engkau menolak dan menjadi durhaka, tidak peduli apapun yang engkau laukan dan akibatnya maka bahayanya pasti kembali kepadamu

Kita tinggal memilih untuk memandang dari aspek mana.... Yang jelas, kita semua berlindung hanya kepada Allah dari godaan syaitan yang terkutuk.

Sumber gambar : http://mila804.wordpress.com/about/

Rabu, Juni 06, 2012

Research spirit....DISEMINASI HASIL PENELITIAN HIBER DIRJEN DIKTI 2012

Hotel Santika Premier
5 - 6 Juni 2012

Sejak pertama masuk ruangan seminar ini...mataku sudah tertarik dengan poster penelitian diujung ruangan yang berlatar warna coklat muda itu. Ehemmmm...eyes catching pisan euyyyy....
Karena aku datang terlambat di acara DIKTI kali ini... (Maap.... jam 01:00 masih ada jadwal kuliah, daripada kosong trus kesulitan cari jadwal pengganti, kuputuskan masuk kelas dulu, kurang lebih satu jam lebih dikit minta "kerelaan" mahasiswa untuk selesai lebih awal). Sudah begitu pas datang, presentasi sudah pada urutan ke-empat lagi...jadi memang bener-bener telat.
Ku tunda dulu keinginanku untuk mendekati poster cantik tadi sampai rehat  makan malam. Lagian, walo dapat urutan presentasi nomor 13, karena ada beberapa teman urutan diatasku belum datang, maka sekitar pukul 4:00 pm, diriku sudah harus perform (he ..he ..he..). Kurang lebih 30', akhirnya selesai juga presentasiku. Alhamdulillah...walaupun tim kami belum bisa sepenuhnya mencapai seluruh keluaran yang kami janjikan pada awal kontrak penelitian ini, tapi dengan empat publikasi dan keikutsertaan tujuh mahasiswa dalam penelitian ini, kami sudah berusaha memenuhinya dan hal ini adalah sebagai bentuk pertanggungjawaban penggunaan dana HIBAH BERSAING yang telah kami terima selama 3 tahun berturut-turut dari 2009 sampai 2011.
Pas setengah enam malam (rehat ishoma), langsung saja kuhampiri poster itu dan kuambil gambarnya untuk "disimpan" sebagai bekal nanti jika mengikuti kegiatan semacam ini lagi.

Sesi ketiga: Sidang Kelompok Penyajian Makalah
07:00 pm
Setelah perut terisi penuh, apalagi ada bakso yummy ples salad yang enak juga...(perasaan, adanya cuma enak dan enak banget tuh.. :P), kami kembali mengikuti presentasi lagi. Masih semangat.....
Perasaan pribadiku...teman-teman menyajikan makalahnya lebih percaya diri dan santai jika dibandingkan dengan seminar pembahasan proposal. Mungkin karena acara ini sudah bukan lagi acara yang bersifat kompetisi untuk "memperebutkan" dana penelitian tapi sudah "ajang eksis". Siapa sih yang tidak bangga jika hasil penelitiannya termuat di jurnal internasional sudah begitu impact factornya oke lagi.
Saya tidak sedang menceritakan diri sendiri lho..tetapi melihat teman-teman yang berhasil menembus jurnal internasional prestis, dipastikan presentasinya full confident.

Kulirik jam kecilku, terbaca 09:35 pm, pantes saja mata sudah ngantuk banget nih. ...tapi materi presentasi teman-teman masih sangat-sangat menarik. Rugi rasanya melewatkan momen seperti ini. Momen untuk mendapatkan pengalaman dan research passion dari teman-teman. Belum lagi diskusi dengan para revier yang banyak membuka wawasan penelitian (Prof. Adi Pancoro dan Prof. Syaiful Anwar)....poor me if I miss all of it. Akhirnya kuputuskan untuk sedikit membasuh wajah dengan air teriring  asa bahwa rasa ngantuk ini pergi sejenak dariku. Berhasil....sedikit sih...

Akhirnya, sekitar pukul 11.00, kami dikumpulkan semua (Kelompok A dan B) untuk mengikuti acara penutupan. Tapi sebelumnya, diberikan penghargaan untuk penyaji makalah dan poster terbaik. Seperti dugaan awalku...poster coklat muda yang menawan itu berhasil keluar sebagai pemenangnya dan....teman ketawa-ketiwiku selama acara ini...Dr. Ratna Kartikasari (STTNas), menyandang sebagai penyaji terbaik. Selamat mbak Ratna...terbayar sudah kekecewaanmu... karena beberapa gambar di slidenya tidak bisa muncul pas presentasi...he he he..
Time to go home...Bu Lilis Suryani (Mercu Buana) yang ternyata kakak kelas di TIP UGM, trus Dr. Hermantoro dari Instiper, yang ternyata juga alumni FTP UGM dari jurusan Mekanisasi....matur nuwun pak dan ibu buat obrolannya yang bermanfaat.
See you all soon, at the better and bigger research......










Nice smile from Bu Ratna and Bu Lilis

Daftar mahasiswa yang kami libatkan dalam penelitian ini berikut judul skripsi mereka yang berhasil kami derivatif atau turunkan dari judul penelitian HIBER  "Formulasi Strategi Pengembangan Industri Manufaktur di Sentra Cor Logam Ceper Klaten":
  1. PENGUKURAN TINGKAT TEKNOLOGI DENGAN MENGGUNAKAN MODEL TEKNOMETRIK (Studi Kasus diSentra IKM Cor Logam Ceper, Kabupaten Klaten, Jawa Tengah), FADIL PRADANA, 122020092
  2. PENERAPAN LEAN ASSESSMENT TOOLS PADA INDUSTRI COR LOGAM (Studi Kasus di Sentra Industri Cor Logam, Ceper, Klaten, Jawa Tengah), ZULKA HERISA, 122020080
  3. ANALISIS KELAYAKAN INVESTASI TUNGKU PELEBUR KOPOLA DAN INDUKSI LISTRIK (Studi Kasus di Sentra Industri Cor Logam Ceper, Klaten, Jawa Tengah), IZAR AZIZ, 122020010
  4. PERENCANAAN PERAWATAN MESIN INDUCTION FURNACE DENGAN PENDEKATAN RELIABILITY CENTERED MAINTENANCE (Studi Kasus: Sentra Industri Pengecoran Logam, Klaten, Jawa Tengah), LARASWATI KUSUMONINGRUM, 122050038
  5. ANALISIS KEGAGALAN MESIN INDUKSI DENGAN PENDEKATAN MULTI ATTRIBUTE FAILURE MODE ANALYSIS (Studi Kasus: Sentra Industri Pengecoran Logam diKecamatan Ceper, Kabupaten Klaten, Jawa Tengah), CHANDRA PERMANA IRAWAN, 122060084
  6. PENENTUAN KEBIJAKAN PEMELIHARAAN KOMPONEN KRITIS MESIN INDUCTON FURNANCE (Studi Kasus: PT Baja Kurnia di Kecamatan Ceper, Kabupaten Klaten, Jawa Tengah), AYU PUSPITA RINI, 122060003
  7. PEMILIHAN ALTERNATIF SISTEM MANUFAKTUR INDUSTRI COR LOGAM MENGGUNAKAN ANALYTICAL HIERARCHICAL PROCESS (Studi Kasus di Sentra Industri Cor Logam, Ceper, Klaten, Jawa Tengah), ISTI ANGGRAINI, 122060055

Rabu, April 11, 2012

Sakitku....

Bulan Februari, yang sebagian besar orang bilang bulan kasih sayang...di tahun 2012 ini aku mempertanyakan "kebenaran" itu.
Dimulai di awal bulan yang identik dengan warna serba pink ini, saya harus kehilangan ibu mertua. Bagi saya, beliau sosok yang tangguh dalam ibadah. Sampai usia berkepala tujuh, beliau masih rajin beribadah sunnah puasa Daud di samping sholat malam yang (saya yakin) tidak pernah tertinggalkan. Saya harus kehilangan satu sumber yang memiliki kekuatan besar untuk selalu ikhlas setiap hari mengirimkan doa-doanya bagi keluarga kecilku. Dan jujur... hal inilah yang paling menyesakkan dada...sedih banget :'(

Di bulan ini juga, saya harus tergolek opname di salah satu rumah sakit swasta selama tiga hari. Dugaan diagnosis infeksi kelenjar tiroid telah mengantarku ke keputusan bahwa saya harus rawat inap. Penjelasan dokter mengatakan bahwa denyut jantung saya lemah dan dari hasil tes darah dinyatakan HB turun.

Hari pertama:
Saya harus melewati serangkaian uji radiologi, berturut-turut photo thorax, kepala, dan hidung. Karena saya tidak sempat "puasa", akhirnya pemeriksaan via USG dijadwalkan besoknya.

Hari kedua:
Kurang lebih sekitar pukul 8:00, saya menjalani USG bagian perut dan leher. Dari hasilnya, alhamdulillah tidak ada masalah dengan kelenjar tiroid saya. Sehingga diagnosis awal bisa dikatakan gugur. Trus dari hasil photo rontgen thorax dan kepala ... alhamdulillah baik. Dari hasil photo rontgen hidung, dinyatakan ada sinusitis kecil yang oleh dokter yang merawatku, mengakibatkan panas badanku naik-turun. Malam harinya sekitar jam 07.00, saya dirujuk ke dokter spesialis THT untuk memastikan hasil rontgen tersebut. Kata sang dokter spesialis ini, sinus yang tampak pada photo itu tidak signifikan berpotensi penyebab sakit maupun demam. Alhamdulillah.... Sekali lagi, diagnosis dokter yang merawatku gugur.

Malam..malam sekali (aku ingat sekitar pukul 10-an lebih), seorang suster masuk ke ruang tidurku dan membuat ku terbangun. Suster tersebut memberitahu kalau saya harus menandatangani suatu surat pernyataan tentang pemeriksaan darah yang akan saya jalani besok pagi. Dengan saksama saya baca lembaran kertas itu dan .. isian yang saya temukan hanya tulisan tangan terbaca bla bla bla bla bla.
Karena perasaan ragu mendera (he he he kok aneh, isian yang lain tidak terisi dengan lengkap), kuputuskan untuk menunda bubuhan tandatanganku pada kertas penyataan itu sembari beralasan menunggu persetujuan suamiku besok pagi.
Seiring dengan keluarnya suster dari kamar rawat, kuambil HP dan langsung sms suamiku sekalian browsing di dunia maya dengan penelusuran bla bla bla. Tidak lama setelah itu... muncul artikel-artikel yang setelah ku baca malah membuatku...tatutttt banget. Dan akhirnya...semalaman aku tidak bisa tiduk nyenyak. Ihikss.....

Hari ketiga:
"Kalau mama sudah tidak punya kepercayaan dan mulai kehilangan sugesti terhadap dokter tersebut, mama sulit untuk sembuh." Kalimat ini keluar dari mulut suamiku yang datang pagi-pagi menjengukku.
Kemudian dia menunjukkan artikel hasil browsingnya di internet setelah membaca sms yang ku kirim tadi malam. Hadehhhh.... menambah "kepusinganku." Setelah berdiskusi dan menimbang baik-buruknya, pada saat dokter yang merawatku berkunjung siang itu, akhirnya kami memutuskan untuk mencari second opinion.
Pada saat saya berkemas-kemas pulang dari rumah sakit, seorang suster menyarankan untuk berganti dokter saja tanpa harus menghentikan perawatan opname. Dia juga sempat menyebut 3 nama dokter penyakit dalam yang menurutnya sangat baik untuk mendapatkan opini pembanding. Dengan berdalih macam-macam, aku bersikeras tetap keluar dari rumah sakit ini, tapi 3 nama dokter yang disebutkan suster tadi, kucatat rapi-rapi dalam ingatku. Btw.... nuhun suster untuk infonya.

Hari Senin, dengan kondisi kesehatan yang masih belum membaik, aku berangkat ke kantor. Tetapi dengan keberangkatanku, aku mendapatkan informasi tambahan tentang salah satu dokter yang disebutkan oleh suster rumah sakit tempatku menginap kemarin.
Akhirnya pada hari Jumat, aku mencari dokter tersebut di salah satu rumah sakit besar di Yogyakarta. Dan benar..... informasi yang kuperoleh sebelumnya memang "ada" pada dokter ini. Alhamdulillah, semoga Allah memberikan kesembuhan padaku lewat dokter ini. Amin.
Setelah membaca hasil uji laboratorium terutama dari hasil USGku dan mendengarkan riwayat opname sebelumya, dokter tersebut meminta uji cholinesterase, albumin, dan HBsAG. Pada dasarnya semua uji itu untuk memastikan bahwa sakit saya yang sekarang bukan berasal dari disfungsi organ hati. Akhirnya ..... kebiasaan telat makan membuat daya badanku turun drastis dan imunitas tubuhku ambruk karena bakteri di dalam ususku "marah". Aku diharuskan mendapatkan asupan tinggi protein, terutama dari putih telur dan ikan gabus.

Setelah kembali opname selama 4 hari, di bawah pengawasan dokter dan dirumah sakit yang berbeda, aku mendapatkan pelajaran bahwa perlunya second opinion from another doctor. Selain itu, pelajaran lainnya adalah bahwa siapapun orang itu, selagi masih berlabel manusia, dia dipastikan bisa saja salah. Walau dia berpredikat dokter spesialis, profesor maupun presiden sekalipun (wehhh...kok sampai berbau politik... thuing!).
Dan pelajaran yang pasti kudapatkan adalah: hanya Allah SWT yang tidak pernah dan tidak pernah akan salah. DIA telah BENAR menunjukkan KASIH SAYANG lewat "teguran"NYA kepadaku selama sakit. Dalam sakitku, aku kembali diingatkan bahwa selama satu tahun ke marin aku terlalu memikirkan diriku sendiri (ini tentang sebuah ambisi), kesombongan-kesombonganku yang tanpa sadar telah tumbuh dan mengotori jiwa dan hatiku, dan yang pasti aku tidak cukup meluangkan waktu bersama salah satu amanahMU yang kutitipkan kepadaku, yaitu dua gadis kecilku. Astaghfirloh aladzim. Ya Allah, berilah kemudahan dan ridhoMu untuk dapat menjadi hambaMu yang lebih baik. Amin.

Dan ternyata benar, bahwa bulan Februari ini (bolehlah) disebut bulan kasih sayang. Just for REMAINDER. No more!

Rabu, Januari 18, 2012

Pengumuman PKM DIKTI 2012

PKM merupakan salah satu upaya yang dilakukan Direktorat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (DITLITABMAS) Ditjen Dikti untuk meningkatkan mutu peserta didik (mahasiswa) di perguruan tinggi agar kelak dapat menjadi anggota masyarakat yang memiliki kemampuan akademis dan/atau profesional yang dapat menerapkan, mengembangkan dan meyebarluaskan ilmu pengetahuan, teknologi dan/atau kesenian serta memperkaya budaya nasional. PKM dilaksanakan pertama kali pada tahun 2001, yaitu setelah dilaksanakannya program restrukturisasi di lingkungan Ditjen Dikti. Kegiatan pendidikan, penelitian dan pengabdian kepada masyarakat yang selama ini sarat dengan partisipasi aktif mahasiswa, diintegrasikan ke dalam satu wahana yaitu PKM (sumber: Pedoman Program Kreativitas Mahasiswa 2011)





Pada tahun 2010, kami mengikuti kegiatan PKM ini dimana ide penelitian murni berasal dari adik-adik mahasiswa, yang terdiri dari: Annisa H., Adityarini, dan Ayu Puspita Rini. Ketiganya semua berasal dari angkatan 2006. Pada saat itu judul penelitian kami adalah "Perancangan Alat Bantu Pada Proses Pengepresan Kardus Bekas Dengan Pendekatan Quality Function Deployment (QFD)". Penelitian ini dilatarbelakangi keterbatasan kondisi usaha pengepul karton bekas yang kurang berkembang. Adapun keterbatasan kondisi yang dimaksud disini antara lain terbatasnya modal, sumberdaya manusia, ketersediaan tempat, dan teknologi. Dengan adanya keterbatasan tersebut mengakibatkan kuantitas output yang dihasilkan tidak maksimal yang tentunya berpengaruh terhadap besarnya keuntungan yang didapat. Salah satu faktor yang mempengaruhi hal tersebut adalah proses pengepresan kardus yang ditangani masih secara manual, sehingga kurang efisien dari segi waktu, tenaga, dan biaya. Oleh karena itu, penelitian ini masuk kategori PKM-T, yang mewajibkan mahasiswa bertukar pikiran dengan mitra terlebih dahulu, karena produk PKMT merupakan solusi atas persoalan prioritas mitra. Mitra yang kami ajak untuk bekerjasama adalah salah satu industri rumah tangga pengepul karton bekas disekitar daerah Godean. Alhamdulillah, kerja keras tim mereka berbuah manis dengan lolosnya proposal mereka untuk didanai Dikti pada anggaran 2010, dua tahun kemarin.



Setelah vakum pada tahun 2011, dhani putuskan kembali untuk mencari adik-adik yang bersedia dan memiliki kemauan, tekad dan dedikasi untuk belajar bersama-sama melakukan penelitian (suit...suit..suit). Latarbelakang penelitian ini adalah bahwa Indonesia ke depan membutuhkan sekitar 13 juta rumah baru bagi masyarakat. Data tersebut diperoleh berdasarkan hasil sensus penduduk yang dilakukan oleh Badan Pusat Statistik (BPS) pada tahun 2010 lalu. Menurut Menteri Negara Perumahan Rakyat (Menpera) Suharso Monoarfa, selama ini jumlah kebutuhan rumah di Indonesia dihidung berdasarkan angka rumah yang telah dibangun oleh masyarakat dan pengembang dikurangi dengan rumah yang tidak layak huni serta pertambahan kebutuhan masyarakat setiap tahun. Pada tahun 2004 lalu, diperkirakan jumlah kebutuhan rumah di Indonesia mencapai angka 7,4 juta unit. Sedangkan pada tahun 2009 angkanya terus bertambah mengingat kebutuhan masyarakat akan perumahan juga terus meningkat. Beberapa pengamat bahkan memperkirakan angka rumah yang dibutuhkan oleh masyarakat mencapai kisaran angka 8 juta unit (Kompas.com, Juli 2011). Oleh karena itu keperluan batako sebagai alternatif pengganti batu bata akan terus meningkat. Sedangkan ketersediaan bahan baku semakin lama akan berkurang. Oleh karena perlu dilakukan pencarian alternatif bahan baku pengganti pembuatan batako, sehingga proposal ini, lebih tepat kalau kami ikutkan pada kategori PKM-P.



Dan akhirnya ..... setelah menunggu beberapa bulan mulai dari pengiriman proposal sekitar bulan Oktober 2011, akhirnya pengumuman Program Kreativitas Mahasiswa yang akan didanai Dikti tahun anggaran 2012 keluar juga. Alhamdulillah, proposal adik-adik yang kemarin bersama-sama berusaha untuk mendapatkan kesempatan belajar melakukan penelitian, yaitu Yanwari Kriswty, Lentera Mary H. (dari angkatan 2009) dan Muhyidin Salim, Wahyu Yulianto (dari angkatan 2010), insyaallah berhasil mendapatkan bantuan dana penelitian dari Dikti.



Good job...sukses selalu adik-adikku!


sumber gambar: compliance.vpr.okstate.edu

Senin, Januari 16, 2012

LEHER PUNDAK kaku KEPALA pusing ... TENSION HEADACHE




Di awal bulan tahun 2012 ini, akhirnya ...setelah 'tidak kuat lagi'...dhani putuskan untuk periksa ke dokter. Tepatnya hari Sabtu 14 Januari 2012, ku telpon bagian pendaftaran sebuah rumah sakit swasta di Yogyakarta yang berlokasi di dekat bunderan UGM itu. Dhani pilih dokter syaraf yang berpraktek sekitar pukul 04.00 pm. Kenapa pilih dokter syaraf? Ceritanya begini:






"Sudah hampir sebulan lebih, kepalaku sering pusing, tapi akhir-akhir ini pusingnya semakin 'ugalan-ugalan :D... trus hanya terasanya di bagian kepala belakang sebelah kanan. Migrain? Dugaanku begitu sih.... trus dhani coba minum obat bebas yang promosinya bisa menyembuhkan migran itu...memang mendingan, tapi beberapa jam muncul lagi, rasa nyut-nyutnya itu. Waduh...bisa berbahaya nih kalo diterus-teruskan minum obat bebas tanpa pengawasan dokter... begitu khan peringatan di hampir semua brosur obat bebas itu!



Selain itu, dhani juga coba periksa tekanan darah, gula darah, asam urat dan kolesterol. Nilainya masih berada di kisaran nilai rujukan. Alhamdulillah, insyaallah 'semuanya' masih baik-baik saja.



Trus, selain minum obat bebas itu, dhani juga mencoba pijat refleksi secara rutin setiap seminggu sekali yang difokuskan pada rasa sakitku dibelakang kepala itu. Abis pijat, memang badan dan kepala terasa ringan, tetapi.... rasa ringan yang di kepala hanya beberapa saat saja. Aduh... si pusing nyut-nyut itu datang lagi..capek deh!!!






Setelah menunggu agak lumayan lama, karena dapat urutannya nomor 16, dhani dipanggil juga. Setelah menceritakan semua keluhan yang dhani rasakan: kepala bagian belakang sebelah kanan pusing sekali, leher dan dan pundak kaku ples sakit banget. Kalo pas menguap dan bersin terasa tertarik ototnya dan sakit. Sakit kepala..cleng juga dhani rasakan kalo pas menunduk rukuk dan sujud pada saat sholat. Satu lagi, leher sebelah kanan depan kalo ditekan lumayan sakit tapi tidak ada masalah untuk menelan makanan.



Selanjutnya dhani diminta berbaring dan mengangkat kedua kaki tinggi-tinggi, yang sebelumnya dengkulku sudah 'dipukul' dulu sama palu kecil. Thung..."Karena stres ya dokter?" (Habis kalo dhani ke dokter, sedikit-sedikit didiagnosis stres...jadi sebelum sempat dokternya bilang kayak itu, dhani nyelentuk duluan saja.. kikikikik)



"Siapa bilang stres", pak dokter menyahut dengan cepat sambil tersenyum. "Ibu, semuanya baik-baik saja, kemungkinan ibu terkena tension headache. Bagaimana kalo saya suntik di leher dan di pundak untuk mengendorkan tegangan yang ibu rasakan? Oke dokter, insyaallah saya tidak bermasalah dengan jarum suntuk." (Psssstt... saya tipe pasien ndeso yang sangat yakin dengan 'kekuatan suntik', pokoke belum berasa ke dokter kalo belum disuntik hi hi hi). Sebelum disuntik, leher dan pundak saya disemprot cairan dan rasanya dingin banget...pasti untuk mengurangi rasa sakit pas diinjeksi.


"Ibu harus bisa 'niteni' sendiri asupan makanan apa yang dapat menjadi pemicu timbulnya tension ini. Setiap orang berbeda-beda pantangan dan penyebabnya. Bisa coklat, vetsin, seafood, dan lain-lain," kata pak dokter mengingatkan kembali.


Akhirnya, sekitar 05:45 kudapatkan resep dengan rincian sebagai berikut: paracetamol 500 mg (10), clofritis tab (10), vitamin B6 25 mg (10), coffeinum/gr (0), valisanbe 5 mg tab (2), racikan kapsul (20), ergotika 1 mg tab (20). Trus ada tambahan chloraethyl 100 ml ples injeksi peri artikuler (pastinya ini yang buat nyuntik tadi kalee ya?).


Alhamdulillah, setelah minum obat, malamnya tidurku lumayan nyenyak dan pusingnya berangsur-angsur menghilang, seiring dengan kekakuan di pundak juga menurun ples leher tidak terasa sakit lagi kalo ditekan. Eitsss.... satu lagi dhani juga disuruh olahraga ringan setiap hari... (tahu saja pak dokter kalo dhani ngga pernah olahraga!). Oke pak dokter... laksanakan. Tu..wa..ga.....tu..wa..ga...zzzzzzz

Rabu, November 16, 2011

Tersengat (lagi-lagi)


Hari ini, hari minggu. Sejak kemarin, saya, suami dan anak-anak sudah merencanakan bahwa hari ini tidak ada acara jalan-jalan maupun pijat refleksi, seperti yang biasa kami lakukan jika weekend tiba. Kami bersiap menghabiskan tanggal merah ini dengan nonton TV, main games dan tidur siang :D. Bener... sampai pukul 10 siang, kami berempat belum ada yang mandi, belum ada yang beranjak dari depan TV dan yang pasti .... semuanya masih bau!!! Sekitar pukul setengah sebelas siang itu, HP jadul saya menyuarakan tanda SMS masuk. Segera saya raih HP dekat rak buku dan ....
”Ibu mau nglayat Fauzan 3B di Taman Krajan C9.” Degg...dadaku seketika berdegup kencang. Segera ingatan saya mundur ke beberapa hari belakangan ini.
”Mama, temen Shafa, si Fauzan jatuh pingsan di sekolah trus sekarang belum masuk sekolah.”
Dengan cepat, ku suruh anak-anakku dan ayahnya mandi untuk berangkat takziyah. Sepanjang perjalanan ke rumah Fauzan, si bungsu Hanun tidak henti-hentinya bertanya. ”Ma, kenapa mas Fauzan meninggal? Kasihan ya? Mas Fauzan sakit nduk. Nanti kita tanya ibunya ya, mas Fauzan sakit apa?”


Kulirik, sulungku Shafa. Kepalanya bersandar dibahuku. Kupegang tangannya yang terasa agak dingin. ”Kakak nggak pa-pa khan?” Hanya gelengan kepala kecil yang kulihat.
Sampai di Taman Krajan C9, turun dari mobil kulihat ada kilat bening dimata Shafa. Ku tarik tangannya pelan dan kupegang erat-erat, berharap ada energi kecil yang mengalir ke tubuhnya. Seperti tahu, suamiku langsung mengendong adiknya yang sedari tadi tidak pernah berhenti tentang mas Fauzan.
Rumah diujung jalan perumahan itu sudah ramai oleh pelayat. Ketika aku dan Shafa mau masuk ke rumah, adiknya tidak mau duduk diluar bersama ayahnya. Dengan terpaksa, kami bertiga menemui ibunya Fauzan. Tepat di depan pintu... kulihat jenazah Fauzan sudah dibaringkan di atas meja dengan ditutupi kain batik coklat. Lirih kudengar, Shafa bertanya, ”Ma, Fauzan mana?” Dengan nafas tersendat, ”Kakak, Fauzan sedang tidur nyenyak berselimut batik di atas meja itu.”
Mendengar jawaban itu, kurasakan tangannya langsung mencengkeram erat jari-jariku, tatapan matanya tertuju pada jenazah di depannya. Kutarik kedua anakku pelan, untuk menyalami ibunya Fauzan yang tertunduk lemah diujung ruangan.
”Terima kasih bu atas kedatangannya.” Sembari mencium pipi anakku, lirih kudengar beliau bertanya, ”Teman sekolahnya Fauzan ya?” Kulihat, anakku menganggukan kepalanya dan aku yakin sekali, Shafaku dengan sekuat tenaganya berusaha menahan airmatanya menetes. (Mereka memang berasal dari sekolah dasar yang sama, tetapi satu kelas hanya pada saat kelas IA. Di kelas dan tiga sekarang ini, mereka sudah berpisah kelas).

”Sudah seminggu ini bu, Fauzan di opname di rumah sakit. Kata dokter, ada virus toksoplasma jenis baru dibelakang kepalanya. Sebelumnya tidak ada tanda-tanda Fauzan sakit ,” kata Ibu Fauzan lirih.
Tidak ada kata-kata sedikitpun yang bisa keluar dari mulut saya. Anak-anakpun dengan tenang duduk didekatku. Kutatap peti jenazah diujung ruangan tamu ini. Dengan cepat pikiranku melayang-layang entah kemana.... dan berhenti pada satu titik:


'Hidup dan mati memang benar-benar rahasia-Nya. Bayi, anak kecil, remaja, orang dewasa orang tua. Orang kaya sampai miliuner, kurang mampu, cukup mapan. Kulit putih, hitam, sawo matang...... suka atau tidak suka, mau atau tidak mau, kita semua PASTI dijemputnya. Dia tidak membedakan atas semua itu. Kita semua ”hanya menunggu giliran.”
Tanpa sadar ku hela nafasku. Kupandangi kedua buah hatiku. Pikiranku masih menerawang jauh.... Belum banyak atau belum ada sama sekali, persiapan yang kulakukan untuk menyongsong giliran itu. Aku terlalu sibuk...sangat sibuk malahan, memikirkan urusan duniawiku. Padahal jika aku menyadarinya, semua yang kulakukan setiap detik atas nama duniawi itu adalah lahan ibadah untuk kehidupan akhiratku dalam menghadapi giliran itu. Lalu mengapa, aku selalu lupa untuk menjalani setiap detik nafas kehidupanku dengan ikhlas hanya mengharap ridho-Nya, dengan segenap dan setulus hatiku tanpa mengeluh...bahwa semuanya berasal dari-Nya, semua harus dipertanggungjawabkan kepada-Nya dan pasti akan diminta kembali oleh-Nya! Masya Allah...

Kamis, September 22, 2011

Pengalaman spiritual ....


Aku lahir dari orangtua yang berbeda keimanan. Sampai usia pendidikan dasar, kedua orangtua yang menyayangiku tidak memiliki masalah apapun dengan perbedaan ini apalagi diriku. Sampai ketika, jika pada hari jumat aku selalu dijemput embah (kakekku dari ayah) mengikuti sholat jumat berjamah di masjid dekat rumahku dan besok minggunya, kakek (embah dari ibu) mengajakku menghadiri ritual ibadah keyakinan yang berbeda. Semua kartu identitas dan dokumen penting diriku, dari rapor TK sampai KTP, tertuliskan keyakinan yang sama dengan kakek. Bingung... capek? ... Tidak! Atau tepatnya belum kaleee...
Sumber gambar: tomygnt.wordpress.com


Semuanya berjalan "baik-baik saja" sampai tanpa sadar usiaku menginjak kepala 2. Seiring dengan pertambahan usia ini, semakin banyak kebingungan yang kualami. Semakin lelah hati ini untuk dapat 'memahami' pertengkaran-pertengkaran yang terjadi di sekelilingku, pertikaian yang dilakukan oleh orang-orang yang kusayangi. Tarikan, bujukan, rayuan, dan pengaruh untuk mengikuti mereka ke kiri atau ke kanan.
Kegalauan hati ini hanya sedikit terlupakan bukan terobati ... jika aku kembali ke bangku kuliahku di Yogyakarta. Tapi ternyata di sinipun, semakin banyak masalah' yang kutemui. Dari berita proses perceraian orangtuaku, uang kiriman yang kurang dan sering terlambat pasca perpisahan itu, belum lagi tugas-tugas perkuliahan yang menumpuk, dan .... kisah romansaku yang bertepuk sebelah tangan. Jiwaku yang labil membuat aku terpuruk sehingga akhirnya aku jarang masuk kuliah dan akibat pastinya ... IPK ku terjun bebas. Ketidakhadiranku di kampus tidak hanya disebabkan karena masalah-masalah itu saja tapi juga karena aku harus berusaha keras membanting tulang untuk mencari tambahan uang agar aku dapat bertahan hidup di kota perantauan ini. Cukup sudah kesedihan dan penderitaanku ini.
Hingga suatu saat, kuputuskan untuk berlari menghindari luka ini dengan mendaki salah satu puncak gunung tertinggi di Jawa. Kubawa semua perih ini dalam ransel besarku. Kubungkus rapi sehingga tidak ada seorangpun teman seperjalananku kali ini mengetahui alasan kepergianku kali ini. Kuturuti kehendak kaki ini melangkah. Tidak kuindahkan langkah kecil teman-temanku. Ku abaikan jeritan nuraniku yang meminta berhenti dan beristirahatlah barang sejenak.

Tanpa kusadari diriku sudah jauh meninggalkan rombongan dan .... aku hanya sendirian... sepi...dingin...ditempat tinggi ini. Kubiarkan kelelahan ragawi dan dentuman angin kencang gunung menerpaku. Kuberharap semua masalah ini akan terhapus dan tergerus oleh dinginnya hawa dingin ini. Hingga tanpa kusadari akhirnya jaket super tebal kebanggaanku ini tidak mampu lagi melindungiku. Tiba-tiba badanku terasa limbung, pandangan semakin kabur dan gelap. Hanya satu kata yang kuingat .... HIPOTERMIA. Akhirnya aku jatuh pingsan.

Tidak tahu berapa lama aku pingsan, aku hanya ingat... dari arah belakangku ada tangan kurus keriput mengelus kepala sampai tengkukku. Hawa hangat seketika menjalar lembut keseluruh tubuhku. Aku terbangun dan .... mulai tersadar. Segera ku putar badanku untuk mencari pemilik tangan hangat penyelamatku itu. Sepi... tidak ada siapa-siapa. Hanya kabut nan tebal di sekitarku. Eits.....tunggu.....sekitar 3 - 4 langkah dari tempatku terbangun, kulihat seorang berjubah putih bersih dengan rambut dipenuhi uban sedikit panjang terurai dan melambai diterbangkan angin. Kuperhatikan sosok itu dengan saksama tanpa ada daya dan kekuatan sedikitpun untuk berdiri dan mendekatinya.




Allahu akbar... (kudengar samar-samar seruan itu), kemudian kuperhatikan orang itu membungkukkan badannya.. Allahu akbar... (semakin jelas kembali kudengar kalimat itu), dia berdiri tegak sejenak dan kemudian sujud...

Terasa jantungku berdegup kencang. Kuhela nafas dalam untuk mengatur nafasku yang tersengal-sengal. Kuusap wajah dinginku sekedar untuk mengalirkan hawa panas dan ku ucek-ucek mata ini untuk menyakinkan bahwa sosok yang kulihat itu memang benar ada. Sesaat kubuka mataku kembali....Heii, dimana sosok putih tadi, dimana seruan damai yang kudengar tadi... Dengan cepat ketebarkan pandanganku ke segala penjuru arah berkali-kali...tetapi usahaku nihil. Tidak kutemukan si jubah putih itu...
Gerakan-gerakan yang dilakukan sosok tadi begitu kukenal sekali, begitu terasa dekat sekali dengan keseharianku dulu, dulu sekali, gerakan itu selalu kulakukan bersama embah, waktu masih dirumah embah.

Asthagfirllohallazhim... tanpa sadar kalimat itu keluar dari mulutku yang hampir bertahun-tahun tidak pernah mengucapkannya. Tertunduk kepalaku, terpekur... Allahu akbar...allahu akbar...allahu akbar.... tanpa sadar dengan pelan, ku tirukan seruan sosok jubah putih itu. Kehangatan segera menyeruak di seluruh tubuhku. Serasa menggelontorkan semua beban yang membuncah di dada ini. Mungkinkah ini adalah jawaban ''pendakianku'' selama ini? Muara atas semua kesedihan, kegelisahan, kemarahan, dan kebingungan ini? Masya Allah...

Note:Terinspirasi oleh pengalaman spiritual salah satu anak didikku. Semoga engkau selalu tetap berada dijalan, petunjuk, dan tuntunan Allah SWT, dimanapun sekarang kau berada. Terakhir aku bertemu dengannya, dia mengutarakan niatnya akan nyantri di salah satu pesantren di Sukabumi. Semoga niatmu terwujud. Amin.

Kamis, September 08, 2011

UCAPAN ITU ..... MUTLAK BENAR ADANYA!

"Saya sungguh tercengang. Tidak pernah saya melihat sesuatu YANG SERIUS LAGI PASTI, tetapi DIANGGAP REMEH seperti tidak akan terjadi, yakni MAUT."


"Saya juga tidak melihat sesuatu yang akan DITINGGALKAN LAGI KECIL, tetapi DIPEREBUTKAN seperti yang besar dan kekal, yakni DUNIA."Ali ibn Abi Thalib r.a.

Apakah kalimat di atas masih belum jelas bagi saya? Apakah kalimat itu masih saya anggap angin lalu dan masuk kategori useless di kamus kehidupan saya? jujur....Saya harus membacanya berulang-ulang dan masih sering lupa menggunakan kalimat itu sebagai rem yang sangat pakem bin akurat binti presisi bagi dinamika kehidupan saya setiap helaan nafasku. Mungkin sangat baik kalo kalimat itu saya jadikan remainder setiap hari pada saat saya berangkat dan bangun tidur di HP saya. Ide bagus versi saya sendiri :) yang sangat amat "pelupa". Bagaimana menurut Anda?

Selasa, Agustus 02, 2011

"Peringatan Bagi Pemimpin"



by Anies Baswedan Rektor Universitas Paramadina


Makin hari kegalauan itu tumbuh makin pesat, tetapi berhentilah mengatakan bangsa ini bobrok. Hentikan tudingan bahwa bangsa ini tenggelam. Tidak! Bangsa ini sedang bangkit dan akan makin tinggi berdirinya.


Lihatlah rakyat di sana-sini, bangun sebelum pagi, penuhi pasar rakyat, padati jalan dan kelas, menyongsong kehidupan. Dengan sinar lampu apa adanya mereka coba sinari masa depan sebisanya. Petani, guru, nelayan, pedagang, atau tentara di tepian republik jalani hidup berat penuh tanggung jawab. Di tengah kepulan polusi pekat, rakyat kota menyelempit mencari masa depan. Mereka rebut peluang, jalani segala kesulitan tanpa pidato keprihatinan. Rakyat yang tegar dan tangguh. Denyut geraknya membanggakan.


Kegalauan republik ini bukan bersumber pada rakyat, melainkan pada pengurus negara yang seakan berjalan tanpa target. Deretan agenda penting dan urgen jadi wacana, tetapi tidak kunjung jadi realitas.


Pengurus republik sukses membangun kekesalan kolektif dan menanam bibit pesimisme. Pimpinan kini menuai kekecewaan. Harapan, kepercayaan, pengertian, toleransi, kesabaran, dan permakluman rakyat kepada pemimpin dikuras terus. Apakah dikira stok permakluman itu tanpa batas?


Dengan hormat saya sampaikan: stok itu ada batasnya dan sudah menipis. Semua ingin lihat hasil. Tak mau lagi dengar keluh kesah, tak hendak dengar kata prihatin keluar dari pemimpin. Republik ini perlu pemimpin yang hadir untuk menggelorakan percaya diri, bukan menularkan keprihatinan. Pemimpin tak boleh kirim ratapan, pemimpin harus kirim harapan.



Sebatas pidato dan wacana


Hari ini Indonesia memasuki era demokrasi etape ketiga. Kepresidenan periode kedua. Tidak pernah ada dalam sejarah republik ini seorang anak bangsa dipilih jadi pemimpin dengan suara sebanyak saat Presiden Yudhoyono di tahun 2009. Semua persyaratan untuk melakukan dan menuntaskan langkah-langkah besar ada di sana. Tapi mana langkah besar itu: infrastruktur ekonomi? Kepastian hukum? Integritas di sekolah? Tegas kepada pengemplang pajak? Pemangkasan benalu APBN? Konsistensi kebijakan? Reformasi birokrasi? Jaminan kebinekaan bangsa? Perlindungan warga bangsa?


hukum. Perusak kebinekaan didiamkan, pengemplang pajak tak dijerat. Hukum tegak kokoh tanpa kompromi bagi rakyat kecil, tapi hukum loyo lunglai di depan rakyat besar.

Harapan yang tinggi untuk membereskan agenda penting baru sebatas pidato dan wacana. Republik perlu realitas. Pemerintah memang punya capaian, tetapi jika ada keberanian untuk menggelontorkan terobosan-terobosan besar di sektor penting, maka capaian itu akan melonjak. Kekecewaan tumbuh bukan semata karena pemerintah tak membawa hasil, melainkan karena terlalu banyak peluang terobosan dan perubahan yang disia-siakan. Sebutlah soal energi atau infrastruktur sistem logistik (jalan, pelabuhan, bandara, dan lain-lain), terobosan di sini bisa membuat ekonomi melejit. Atau terobosan besar dalam penegakan


Ini semua dampak absennya keberanian menerobos. Semua serba alakadarnya. Amunisi politik yang dahsyat itu tak digunakan. Republik ini butuh pemimpin yang mau turun ke lapangan, pemimpin kerja dan bukan pemimpin upacara. Rakyat tidak perlu pengumuman hasil rapat, tapi ingin lihat implementasinya.


Lihat sejarah kita, gamblang sekali. Republik ini didirikan oleh orang-orang yang berintegritas. Integritas itu membuat mereka jadi pemberani dan tak gentar hadapi apa pun. Bukan pencitraan, tapi integritas dan keseharian yang apa adanya membuat mereka memesona. Mereka jadi cerita teladan di seantero negeri.


Kini republik membutuhkan pemimpin yang berani tegakkan integritas, berani perangi ”jual-beli” kebijakan dan jabatan, pemimpin yang mau bertindak tegas melihat APBN untuk rakyat ”dijarah” oleh mereka yang punya akses. Ya, pemimpin yang bernyali menebas penyeleweng tanpa pandang posisi atau partai, dan bukan pemimpin yang serba mendiamkan seakan tidak pernah terjadi apa-apa.


Republik ini perlu pemimpin yang mendorong yang macet, membongkar yang buntu, dan memangkas berbenalu. Pemimpin yang tanggap memutuskan, cepat bertindak, dan tidak toleran pada keterlambatan. Pemimpin yang siap untuk ”lecet-lecet” melawan status quo yang merugikan rakyat, berani bertarung untuk melunasi tiap janjinya. Republik ini perlu pemimpin yang memesona bukan saja saat dilihat dari jauh, tetapi pemimpin yang justru lebih memesona dari dekat dan saat kerja bersama.


Bukan pemimpin yang selalu enggan memutuskan dan suka melimpahkan kesalahan. Bukan pemimpin yang diam saat rakyat didera, lembek saat republik dihardik negara tetangga, tapi lantang dan keras justru saat diri pribadi atau keluarganya tersentuh. Pemimpin yang tak gentar dikatakan mengintervensi karena mengintervensi adalah bagian dari tugas pemimpin dan pembiaran tidak boleh masuk dalam daftar tugas seorang pemimpin.


Jalan pertama adalah meneruskan kepemimpinan sampai di 2014 agar proses demokrasi berjalan normal tapi rakyat mencicipi hasil yang alakadarnya, deretan peluang kemajuan hilang tanpa bekas. Keterlambatan dan pembiaran jadi ciri beberapa tahun ke depan. Bahkan lunglainya penegakan hukum adalah resep mujarab menuju negara kacau.

Jika Presiden Yudhoyono tidak segera mengubah cara menjalankan pemerintahan, maka saya harus mengingatkan bahwa bangsa Indonesia bisa memasuki persimpangan jalan yang berbahaya.


Jalan kedua mulai menyeruak. Jalan berbahaya tapi suara ini mulai berkembang sebagai respons atas kelambatan dan pembiaran sistemik ini: berhenti di tengah jalan dan berikan kepada orang lain untuk memimpin. Suara macam ini bisa merusak pranata siklus demokrasi yang dibangun dengan sangat susah payah. Suara ini tumbuh karena keyakinan bahwa lewat jalan terjal ini bisa terjadi pembongkaran atas pembiaran dan kelambanan; agar rakyat tak dirugikan terus-menerus.


Tak optimal. Semua tahu sistem presidensial menjamin presiden bisa bekerja sebagai eksekutor pemerintahan dan melindunginya agar tak dapat diberhentikan oleh alasan politis. Hari ini yang dihadapi Indonesia situasi sebaliknya. Periode dijamin aman oleh konstitusi, tetapi presiden tak optimal jalankan otoritasnya. Keterlambatan berjejer dan pembiaran berderet. Periode fixed lima tahun itu bukan mengamankan agar kerja cepat, kini malah jadi penyandera bangsa dari gerak kemajuan cepat.Memang presiden bukan dewa atau superman. Tidak pantas semua masalah ditumpahkan ke pundak pemimpin. Akan tetapi, presiden bisa menentukan suasana republik. Pemimpin adalah dirigen yang menghadirkan energi, nuansa, dan aurora di republik ini. Pemimpin bisa fokus menguraikan masalah strategis dan urgen bagi percepatan pelunasan janji-janjinya.Rakyat republik ini sudah kerja keras. Lihat di segala penjuru Indonesia. Mulai dari kampung kumuh-sumuk tak jauh dari istana, di puncak-puncak pegunungan dingin, di tepian pantai sebentangan khatulistiwa: rakyat republik ini serba kerja keras. Mereka mau maju, mereka mau hadirkan kehidupan yang lebih baik bagi anak cucunya. Dan, yang pasti mereka tak biasa tanya siapa yang jadi pemimpin. Buat rakyat banyak tak terlalu penting ”siapa”-nya, yang penting lunasi semua janjinya.

Presiden Yudhoyono harus sadar bahwa caranya menjalankan pemerintahan itu memiliki efek tular. Kelugasan, ketegasan, keberanian, kecepatan, keterbukaan, kewajaran, kemauan buat terobosan, dan perlindungan kepada anak buah bahkan kesederhanaan protokoler itu semua menular. Tapi kebimbangan, kehati-hatian berlebih, kelambatan, ketertutupan, formalitas kaku, pembiaran masalah, orientasi kepada citra dan ketaatan buta pada prosedur itu juga menular. Menular jauh lebih cepat dan sangat sistemik.


Ini adalah sebuah peringatan apa adanya, semata-mata agar Indonesia tidak menemui persimpangan jalan itu. Ingat, rakyat negeri ini sudah bekerja keras dan ”berlari” cepat. Pengurus negara harus memilih mengimbangi kecepatan rakyat atau ditinggalkan rakyat.


Selasa, Maret 08, 2011

Siapa yang belum sholat?



Ada seorang manusia yang bertemu dengan setan di waktu subuh. Entah bagaimana awalnya, akhirnya mereka berdua sepakat mengikat tali persahabatan. Ketika waktu subuh berakhir dan orang itu ti dak mengerjakan shalat, maka setan pun sambil tersenyum bergumam, "Orang ini memang boleh menjadi sahabatku..!"

Begitu juga ketika waktu Zuhur orang ini tidak mengerjakan shalat, setan tersenyum lebar sambil membatin, " Rupanya inilah bakal teman sejatiku di akhirat nanti..!"

Ketika waktu ashar hampir habis tetapi temannya itu dilihatnya masih juga asik dengan kegiatannya, setan mulai terdiam......
Kemudian ketika datang waktunya magrib, temannya itu ternyata tidak shalat juga, maka setan nampak mulai gelisah, senyumnya sudah berubah menjadi kecut. Dari wajahnya nampak bahwa ia seolah-olah sedang mengingat-ngingat sesuatu.
Dan akhirnya ketika dilihatnya sahabatnya itu tidak juga mengerjakan shalat Isya, maka setan itu sangat panik. Ia rupanya tidak bisa menahan diri lagi, dihampirinya sahabatnya yang manusia itu sambil berkata dengan penuh ketakutan, "Wahai sobat, aku terpaksa memutuskan persahabatan kita !"
Dengan keheranan manusia ini bertanya, "Kenapa engkau ingkar janji bukankah baru tadi pagi kita berjanji akan menjadi sahabat ?". "Aku takut !", jawab setan dengan suara gemetar. "Nenek moyang ku saja yang dulu hanya sekali membangkang pada perintah-Nya, yaitu ketika menolak disuruh sujud pada "Adam", telah dilaknat-Nya; apalagi engkau yang hari ini saja kusaksikan telah lima kali membangkang untuk bersujud pada-Nya (Sujud pada Allah). Tidak terbayangkan olehku bagaimana besarnya murka Allah kepadamu !", kata setan sambil beredar pergi.
"Sebarkanlah ajaranKU walau hanya satu ayat" (Al Hadits)

Rabu, Maret 02, 2011

10 Chinese Wisdom...



1. Perjalanan seribu mil diawali dengan sebuah langkah.

2. Sebuah batu permata tidak bisa dipoles tanpa gesekan, seperti halnya seorang manusia disempurnakan dengan cobaan hidup.

3. Lebih baik menyalakan lilin daripada mengutuk kegelapan.

4. Yang bertanya seperti orang bodoh selama lima menit lebih baik daripada yang tidak bertanya, karena ia tetap bodoh selamanya.

5. Jika Anda ingin tak seorang pun mengetahuinya, jangan melakukannya.

6. Berikan seseorang seekor ikan, dan anda memberinya makan untuk sehari. Ajarkan seseorang untuk menangkap ikan, dan anda memberinya makan untuk seumur hidup.

7. Waktu terbaik untuk menanam sebuah pohon adalah dua puluh tahun yang lalu. Waktu terbaik kedua, adalah: mulailah hari ini.

8. Bila Anda ingin tahu masa lalu Anda - lihatlah kondisi Anda saat ini. Bila Anda ingin tahu masa depan Anda - lihatlah tindakan-tindakan Anda saat ini.

9. Sebuah pembicaraan dengan seorang bijak adalah lebih baik daripada sepuluh tahun menuntut ilmu.

10. Hidup sebagian adalah apa yang kita tentukan, dan sebagian lagi ditentukan oleh teman-teman yang kita pilih.

Senin, Februari 28, 2011

M E D I T A S I


Ini ada dasar-dasar cara meditasi ringan yang bisa kita lakuin :
1. Cari tempat yang tenang, nyaman dan aman dari gangguan keramaian dan hewan berbahaya.
2. Kenakan pakaian yang longgar serta nyaman.
3. Lakukan posisi duduk bersila punggung tegak pandangan lurus ke depan.
4. Bahu harus rileks, tangan diletakkan di pangkuan, pertemukan ibu jari dengan jari tengah anda agar dapat merasakan denyut jantung.
5. Perlahan – lahan pejamkan mata anda seringan mungkin.
6. Pusatkan perhatian pada irama keluar masuknya udara di kedua lubang hidung anda.
7. Buang semua yang anda pikirkan, hingga hanya tersisa suara nafas yang terdengar.
8. Lemaskan setiap otot pada tubuh Anda. Jangan tergesa-gesa, perlu waktu untuk bisa rileks sepenuhnya; lakukan sedikit demi sedikit, dimulai dengan ujung kaki dan terus ke atas sampai kepala.
9. Bayangkan atau imajinasikan semua kegiatan anda selama seharian mulai dari bangun tidur sampai saat anda melakukan meditasi.
10. Pasrahkan semua yang anda alami kepada Sang Pencipta, semua hal yang sudah terjadi maupun yang belum terjadi.

Manfaat meditasi yg bisa kalian capai:
1. Mampu menerima suka dan duka, kesulitan, dan kebaikan hidup dengan apa adanya dan sewajarnya.
2. Memperoleh ketenangan batin, kematangan mental, dan positif thinking.
3. Memiliki fikiran yang jernih, dan hati yang bersih.
4. Mudah menemukan solusi setiap permasalahan hidup.
5. Lima belas menit meditasi sepadan dengan tidur berkualitas selama satu jam.6. Melancarkan peredaran darah serta menambah daya tahan tubuh.
7. Organ-organ dan sel tubuh berfungsi lebih baik dan bekerja lebih teratur.
8. Mampu memahami orang lain dan menghargai perbedaan pendapat.
9. Santun, bijaksana dan bersifat memaafkan.
10. Selalu bersemangat, hidup mengutamakan kebaikan bagi sesama.
11. Menambah stamina, kebugaran & kesehatan jiwadan raga (rahasia awet muda).
12. Menyembuhkan berbagai penyakit.
13. Mengembangkan potensi diri dan membangkitkan power yang masih terpendam.

Semoga bermanfaat

sumber: jatmiko@amcl.com.sg

Rabu, Februari 16, 2011

Cosmetic product shopping .....yuks!



Saat ini mengunjungi supermarket sering dianggap sebagai salah satu sarana hiburan keluarga. Tanpa disadari, kita sering tergoda membeli barang yang tak penting, termasuk produk kecantikan.

berikut ini adalah beberapa poin yang penting diperhatikan sebelum berbelanja kosmetik atau produk kecantikan lainnya:
  • Catat seluruh kebetuhan anggaran keluarga dan kebutuhan pribadi kita. Kalau ada beberapa produk yang serupa, sebaiknya membeli satu jenis produk saja.

  • Pilihlah produk yang tersedia dalam kemasan isi ulang. Misalnya sabun cair mandi.

  • Tak ada salahnya membeli shampo, conditioner atau produk lainnya dengan ukuran besar atau family size.

  • kalau ada produsen kosmetik yang sedang mengadakan promo berhadiah, jangan gengsi untuk bertanya lebih detail. Gunakan kesempatan ini sebaik-baiknya.

  • Jangan anggap remeh brosur-brosur yang dikeluarkan oleh supermarket di sekitar rumah kita. Biasanya mereka menampilkan sederetan produk yang banting harga. Tapi ingat batas tanggal promo tersebut. Jangan sampai Anda terlewat.

  • cermati produk dengan iming-iming kupon berhadiah. Biasanya kita akan mendapatkan kupon berhadiah setelah berbelanja dengan jumlah tertentu. Meskipun tak terlalu membutuhkan kita sering tergiur dengan iming-iming hadiahnya. Ingat! jumlah penduduk negeri ini ratusan juta dan kita harus bersaing dengan mereka semua :)

sumber: Majalah Wanita Indonesia Sekar Edisi 03/09.

Kamis, Februari 10, 2011

Just for sharing!


•Disaat kamu ingin melepaskan seseorang........ingatlah pada saat kamu ingin mendapatkannya

•Disaat kamu mulai tidak mencintainya.......ingatlah saat pertama kamu jatuh cinta padanya

•Disaat kamu mulai bosan dengannya.......ingatlah selalu saat terindah bersamanya

•Disaat kamu ingin menduakannya......bayangkan jika dia selalu setia

•Saat kamu ingin membohonginya......ingatlah disaat dia jujur padamu

Maka kamu akan merasakan arti dia untukmu. Jangan sampai disaat dia sudah tidak disisimu, Kamu baru menyadari semua arti dirinya untukmu.

•Yang indah hanya sementara

•Yang abadi adalah kenangan

•Yang ikhlas hanya dari hati

•Yang tulus hanya dari sanubari

•Tidak mudah mencari yang hilang

•Tidak mudah mengejar impian

Namun yg lebih susah mempertahankan yg ada. Karena walaupun tergenggam bisa terlepas juga.

Ingatlah pada pepatah,
"Jika kamu tidak memiliki apa yang kamu sukai, maka sukailah apa yang kamu miliki saat ini"

•Belajar menerima apa adanya dan berpikir positif....

•Hidup bagaikan mimpi, seindah apapun, begitu bangun semuanya sirna tak berbekas

•Rumah mewah bagai istana, harta benda yang tak terhitung, kedudukan, dan jabatan yg luar biasa, namun...

Ketika nafas terakhir tiba,
sebatang jarum pun tak bisa dibawa pergi

Sehelai benang pun tak bisa dimiliki

Apalagi yang mau diperebutkan

Apalagi yang mau disombongkan


•Maka jalanilah hidup ini dengan keinsafan nurani

•Jangan terlalu perhitungan

•Jangan hanya mau menang sendiri

•Jangan suka sakiti sesama apalagi terhadap mereka yang berjasa bagi kita

•Belajarlah tiada hari tanpa kasih

•Selalu berlapang dada dan mengalah

•Hidup ceria, bebas leluasa...

•Tak ada yang tak bisa di ikhlaskan....

•Tak ada sakit hati yang tak bisa dimaafkan

•Tak ada dendam yang tak berujung........

Love your job but don't falling in love with ......


Seorang CEO sebuah perusahaan IT dari India berbicara dalam sebuah sesi dengan para karyawan tentang filosofi ini. CEO tersebut termasuk dalam 50 orang paling berpengaruh dalam dunia bisnis di Asia (dirilis oleh majalah Asiaweek).

INTINYA CERITANYA ADALAH :
CINTAILAH PEKERJAANMU, TAPI JANGAN PERNAH JATUH CINTA KEPADA PERUSAHAANMU, KARENA KAMU TIDAK PERNAH TAHU KAPAN PERUSAHAANMU BERHENTI MENCINTAIMU

- Narayana Murthy.

Bagi yang tertarik membaca pandangan dia secara mendalam, berikut kutipan kata-katanya :
Saya sering menjumpai orang-orang yang bekerja selama 12 jam sehari, 6 hari seminggu, atau lebih. Beberapa diantaranya melakukan hal tersebut karena diburu-buru oleh deadline, memenuhi target yang telah ditetapkan. Bagi mereka, waktu-waktu panjang yang penuh lembur hanyalah bersifat sewaktu-waktu saja.

Adapula yang menjalani jam-jam panjang dalam hari-hari mereka selama bertahun-tahun. Entah karena orang-orang ini merasa telah mengabdikan diri sepenuhnya kepada pekerjaan, atau bisa juga disebut workaholic.

Apapun alasan yang orang buat untuk bekerja lembur, kondisi tersebut berpengaruh TIDAK BAIK kepada orang yang menjalani maupun orang-orang sekitarnya. Berada dalam kantor selama berjam-jam dalam rentang waktu yang lama, bisa menimbulkan potensi yang cukup besar bagi yang menjalaninya untuk membuat kesalahan.

Rekan-rekan saya yang saya kenal sering bekerja lembur, sering membuat kesalahan karena faktor kelelahan.
Membetulkan kesalahan-kesalahan ini tentu saja membutuhkan waktu dan tenaga tidak saja dari dirinya sendiri, melainkan orang lain yang secara langsung maupun tidak langsung bekerja bersamanya. Masalah lain adalah orang-orang yang bekerja pada perusahaan yang menetapkan waktu kerja yang ketat seringkali bukanlah orang-orang yang secara pergaulan menyenangkan.

Para karyawan dari perusahaan dengan tipe seperti ini sering mengeluh atau komplain mengenai orang lain (yang tidak bekerja sekeras mereka). Mereka menjadi mudah tersinggung, dan mudah marah. Orang-orang lain menjauhi mereka.
Perilaku semacam ini secara organisasi tentunya merupakan masalah besar : hasil besar akan dicapai oleh sebuah organisasi apabila ada jalinan harmonis dalam kerja sama tim antar karyawannya, bukannya bekerja sendiri-sendiri dan saling menjauhi. Sebagai seorang manajer, saya harus membantu orang lain untuk meninggalkan kantor tepat waktu.

Langkah pertama dan terpenting adalah saya lah yang harus memberi contoh dan pulang ke rumah tepat waktu. Saya bekerja dengan seorang manajer yang menyindir orang-orang yang bekerja lembur terlalu lama. Ajakannya menjadi kehilangan makna ketika orang-orang menerima emailnya dan melihat jam email tersebut dikirim ternyata jam 2 pagi.
Untuk mengajak orang melakukan suatu hal, langkah terpenting adalah memberi contoh dengan melakukannya sendiri.

Langkah kedua adalah mengajak orang untuk menjalani hidup yang seimbang.
Sebagai contoh, berikut ini adalah langkah-langkah yang menurut saya cukup membantu :
1) Bangun pagi, sarapan dengan menu yang baik, lalu berangkat bekerja.
2) Bekerjalah dengan keras dan pintar selama 8 atau 9 jam sehari.
3) Pulanglah ke rumah.
4) Baca buku atau komik, menonton film yang lucu, kumpul-kumpul dengan rekan-rekan.
5) Makan yang sehat dan tidur yang cukup.
Langkah-langkah ini disebut sebagai recreating.
Mengerjakan langkah 1, 3, 4, dan 5 akan memungkinkan langkah 2 dilakukan secara efektif dan seimbang.

Bekerja secara normal dan mempertahankan hidup yang seimbang adalah konsep yang sederhana. Langkah-langkah tersebut mungkin akan sulit dilakukan oleh sebagian orang karena orang tersebut akan menganggap perlunya perubahan mendasar yg bersifat personal pada dirinya.

Sebenarnya langkah-langkah ini memungkinkan untuk dilakukan oleh setiap orang, karena kita memiliki kekuatan untuk memilih apa yang akan kita lakukan.
LOVE YOUR JOB BUT NEVER FALL IN LOVE WITH YOUR COMPANY!!!